Header Ads

Pipa Pertamina Asset 2 Field Adera Sering Bocor Cemari Kebun Warga

PALI, SRINE .Com - Hampir semua pipa line transfer Produksi milik PT Pertamina EP Asset 2 Field Adera  yang ada di kecamatan Abab diwilayah Kabupaten PALI, Sumatera Selatan (Sumsel) kondisinya kini sudah sangat mengkhawatirkan. Selain tua dan berkarat, pipa line ini sering mengalami kebocoran.


Berdasarkan informasi dari warga setempat, dalam waktu satu bulan pipa line transfer produksi ini sudah lima kali mengalami kebocoran. Dugaan sementara, pipa mengalami korosi sehingga tidak mampu menahan minyak bertekanan tinggi yang dikirim dari stasiun pompa.


Akibatnya, beberapa kebun karet milik warga terkena ceceran minyak mentah sehingga produksi getah karet warga menurun, bahkan limbah minyak mentah berwarna hitam pekat itu sebagian mengaliri anak sungai dan air payau yang berpotensi pada ekosistem flora dan fauna hayati.


"Di tengah kebun karet saya saja, sudah dua kali mengalami kebocoran, pekan lalu satu kali tapi hanya keluar air asin, tidak lama berselang kembali terjadi, tapi kali ini yang keluar dari pipa itu minyak mentah dan merendam puluhan batang pohon karet, sudah dipastikan produksi karet ini pasti menurun," tutur Irsan (60) salah satu warga Desa Perambatan, senin (30/4).


Selain itu menurutnya, ada lima titik pipa yang mengalami kebocoran, bahkan dalam waktu sehari ada tiga kejadian yang serupa, pertama di simpang Abab 40, kedua Abab 5, dan Abab 7, sedangkan payau lata dan dusun tue kejadiannya bulan lalu, tetapi sampai detik ini limbah tersebut masih mengapung diatas permukaan air.


"Kalau yang ada di kebun kita sudah ada upaya pembersihan dari pihak PT Pertamina EP Asset 2 Field Adera. Begitu kejadian tim produksi langsung datang dan keesok harinya dibersihkan, tapi kalau untuk di payau lata sampai sekarang limbah minyak masih menggenangi permukaan air," tambahnya.


Terkait hal itu, Ejeng tokoh masyarakat setempat sangat menyayangkan pihak perusahaan plat merah tersebut yang seolah olah tidak memperdulikan lingkungan sekitar dan terkesan melakukan pembiaran. Menurutnya, dampak dari limbah sangat berbahaya, apalagi sempat masuk ke anak sungai dan payau, ini bisa berpotensi merusak ekosistem.


"Kalau begini kejadiannya saya rasa pihak Pertamina sudah melalaikan tanggung jawabnya, apalagi sampai berbulan bulan minyak itu masih berada diatas air, kemarin memang ada informasi bahwa Pihak perusahaan berupaya membersihkan limbah minyak mentah itu dari air, tapi kami menilai tidak memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP)," terang Ejeng.


Lebih lanjut Ejeng menuturkan, pihak perusahaan membersihkan limbah minyak hanya menggunakan tenaga manual dan hanya beberapa personil dari tim produksi. Sementara puluhan barel minyak yang tercecer mencemari lahan payau dengan radius hamparan  hampir mencapai satu hektare.

"Alhasil sampai sekarang limbah minyak mentah tersebut masih tergenang diatas permukaan air dan pihak perusahaan membersihkan limbah itu sepertinya sesuka hati, kadang ada orang yang membersihkan kadang tidak sama sekali, kami selaku tokoh masyarakat dalam waktu dekat ini akan melayangkan surat ke Dinas Lingkungan Hidup," ujarnya.


Terpisah, Ameriudin, Kepala Desa Perambatan, Kecamatan Abab, mengaku selama ini masyarakat sudah sangat diresahkan akibat pipa line PT Pertamina sering pecah, sayangnya laporan masyarakat kepada pihak perusahaan jarang sekali ditindak lanjuti, sehingga pembersihanya berlarut larut.


"Kami selaku Pemerintah Desa menilai pihak Perusahaan terkesan lamban dalam menangani persoalan yang ada, padahal warga selalu melaporkan jika ada pipa bocor, sayangnya hal itu kurang mendapatkan perhatian sehingga limbah minyak mencemari beberapa anak sungai dan air payau," ungkapnya.


Sementara Yuhairudin, SE kepala Dinas lingkungan hidup Kabupaten PALI ketika dikonfirmasi terkait tercemarnya lingkungan akibat Kebocoran pipa line transfer produksi PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengundang pihak PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field serta mempertanyakan sejauh mana pihak Pertamina menangani permasalahan limbah tersebut.


"Dalam waktu dekat ini kita akan mengundang pihak Perusahaan terkait dugaan pencemaran limbah yang disebabkan oleh pecahnya pipa minyak milik PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field sehingga beberapa air payau dan anak sungai terkontaminasi, dan mekanisme pembersihanya memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) atau tidak," Singkatnya (Redy)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.