Header Ads

Ironis, Ada Aksi Pelarangan Wartawan Meliput Dikegiatan BPH Migas


PRABUMULIH, SRINE. Com -BPH (Badan Pengatur Hilir) Migas,Rabu (03/10/18) menggelar sosialisasi implementasi penyalur khusus (Sub Penyalur) percepatan penerapan satu harga Bahan Bakar Minyak (BBM) secara nasional, di Hotel Grand Nikita Prabumulih.


Ironisnya kegiatan yang  dihadiri Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa, Anggota DPR RI Komisi 7 Yulian Gunhar dan seluruh pejabat pimpinan daerah Sesumatera Selatan atau yang mewakili tersebut  melakukan aksi Pelarangan sejumlah  wartawan  untuk melakukan tugas jurnalistiknya.

Aksi Pelarangan tersebut dilakukan panitia BPH Migas di pintu penerima tamu yang menyebutkan bahwa pihaknya hanya mengundang lima media.

"Dari  mana pak, maaf pak kami hanya mengundang lima media, jadi mohon maaf ya", kata ibu yang bertugas di meja tamu.

Terkait hal tersebut,Staf kepala BPH M Indra mohon maaf pada media yang tidak diperbolehkan melakukan tugasnya. Menurutnya ini hanya kurang koordinasi kepihaknya dan kesalah pahaman belaka.

"Saya mohon maaf, intinya tidak ada koordinasi ke saya. Ini salah paham saja. Ini acara tidak tertutup untuk media", singkat nya.

Diketahui kegiatan tersebut tidak lain adalah untuk monsosialisasikan masalah penyamaan harga BBM secara Nasional, turunan dari amanah UU 22 tahun 2001 tentang Migas di ayat 2 yang menyebutkan pemerintah wajib menjamin ketersediaan dan kelancaran pendistribusian dan kelancaran pendistribusian BBM yang merupakan komoditas vital dan menguasai hajat orang banyak di seluruh NKRI,Sehingga informasi yang dksampaikan di kegiatan tersebut sangat dibutuhkan dan perlu diketahui oleh publik. (Adit)



Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.