Header Ads

Ahmad Palo Minta Pemkot Tinjau Ulang, Pemindahan Pedagang Jangan Dipaksakan

PRABUMULIH,SRINE.Com -Polemik pemindahan1.945 pedagang ke PasarTradisional Modern 2 (PTM) Prabumulih nampaknya terus berlanjut. Pemerintah Kota Prabumulih seperti menelan pil pahit dalam mencari penawarnya dan bisa diterima oleh seluruh pihak yang berkepentingan.

Meskipun sosialisasi gencar dilakukan pihak Pemkot Prabumulih melalui Kepala UPTD Pasar, namun kondisi pasar tradisional modern yang dinilai beberapa pihak diragukan kelayakannya,belum bisa dimanfaatkan. Minggu lalu Walikota Prabumulih, Ridho Yahya menggelar pertemuan dengan para pedagang di gedung Balai Karya Kelurahan Pasar Prabumulih.selain mendengar keluhan pedagang, orang nomor satu di Seinggok Sepemunyian ini juga memaparkan formula apa yang akan diluncurkan.

"Sementara kita tempati dulu pasar yang ada, sembari jika ada kekurangan akan kita bicarakan nanti. Pintu rumah saya selalu terbuka bagi masyarakat", kata Ridho.

Disatu sisi, pihak Pemkot Prabumulih berkomitmen agar semua pedagang yang terdata mendapatkan kios di PTM 2,disisi lain kondisi yang ada tidak memungkinkan untuk membuat kios yang sesuai selera pedagang karena kendala tempat yang ada.

Kemarin, puluhan pedagang mendatangi gedung dewan untuk mengadu kepada wakilnya terkait kondisi PTM 2. Mereka menilai untuk saat ini PTM 2 belum layak untuk ditempati. terlalu sempitnya kios menjadi salah satu argumen yang ditengahkan para pedagang.

Merespon hal tersebut, Kamis (8/11/18),para politisi yang duduk didewan meninjau langsung kondisi PTM 2. Di pimpin ketua DPRD Prabumulih, Ahmad Palo dan didampingi Wakil Ketua II Erwandi dan rombongan Komisi 2 memeriksa langsung bagaimana kondisi PTM 2 yang ada. Setelah sekitar 2 jam berkeliling, akhirnya dipetik satu kesimpulan.

Kepada awak media Ahmad Palo berujar, kedatangan dirinya dan rombongan berkaitan dengan rencana pemindahan pedagang oleh Pemkot ke PTM 2 dan guna merespon laporan pedagang yang menilai jika kondisi PTM 2 belum layak untuk ditempati.

"Banyak keluhan pedagang mengenai kios pedagang berjualan dan beberapa bagian bangunan yang tidak layak. Setelah dilihat memang ada beberapa bagian yang tidak layak", ungkap Palo.

Lebih jauh Pria yang juga menjabat Ketua PPP Prabumulih ini menerangkan jika pihaknya akan mencari kan jalan terbaik dan menyampaikan kepada pihak Pemkot apa yang menjadi aspirasi para pedagang.

" Pemkot harus meninjau ulang untuk melakukan pemindahan para pedagang ke PTM 2 dan mari kita ajak duduk bersama untuk mendengar apa yang menjadi keinginan para pedagang.jadi jangan dipaksakan. Karena itu bukan jalan terbaik "harap Palo

Seirama, Wakil Ketua II Erwandi juga menerangkan kedatangan dewan untuk merespon keluhan pedagang atas kesiapan PTM 2. "Apakah proses pemindahan sudah bisa dilakukan atau terpaksa ditunda dulu, demi kebaikan bersama,"kata Erwandi.

Sementara, H Helmi Amir yang merupakan salah satu pedagang lama menyebutkan jika melihat kondisi yang ada tentu saja dirinya dan sebagian besar pedagang Menolak untuk pindah ke PTM2.dirinya berpendapat karena tidak sesuai dengan perjanjian awal mengenai luasnya kios yang ada.

"Jika melihat kondisi kios yang sempit seperti ini kami jelas menolak keras untuk pindah. Karena ukuran tidak sesuai perjanjian" tegasnya. (Aditya)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.