Header Ads

Pedagang Gelar Aksi Ke DPRD Prabumulih Lahirkan 7 Kesepakatan, Relokasi Ditunda


PRABUMULIH,SRINE.Com--Ratusan pedagang menyalurkan aspirasinya dengan cara menggelar aksi di Pasar Tradisional Modern,Senin (26/11/18). Dalam aksinya para pedagang menuntut kondisi pasar PTM 2 yang bangunan nya di nilai tidak layak


Sekitar Pukul 8 Pagi para pedagang sudah berkumpul di PTM 2 sambil menyuarakan aspirasi nya melalui orangnya.setelah berorasi sekitar satu jam, para peserta aksi berjalan kaki menuju gedung wakil rakyat dengan kawalan ketat pihak keamanan yang terdiri dari TNI dan Polres Prabumulih.
Aksi yang di koordinatori oleh Ricad Fernando, Taufik Hidayah,,M Sayadi ini sekitar
Pukul 9. 00 WIB bersama ratusan peserta aksi tiba digedung DPRD Prabumulih. mereka langsung disambut Ketua DPRD Prabumulih H Ahmad Palo, Wakil Ketua I H Daud Rotasi beserta anggota dewan lainnya.

Taufik Hidayat, salah satu koordinator aksi menjelaskan jika aksi yang mereka lakukan terkait dengan tidak layak nya kondisi PTM 2 saat ini. dirinya berpendapat  jika kondisi lapak terlalu kecil sehingga  para pedagang susah untuk menggelar dagangannya.

"Untuk itu kami menolak untuk direlokasi sebelum dilakukan pembenahan lebih lanjut", kata Taufik.

Puluhan perwakilan pedagangpun diajak keruang rapat drpd guna mencari jalan keluar terbaik. Setelah mendengarkan apa yang dikeluhkan pedagang, akhirnya rapat yang dipimpin H Ahmad Palo dan H Daud Rotasi akhirnya memetik 7 poin kesepakatan.

Adapun ketujuh poin kesepakatan tersebut adalah :Relokasi pedagang pasar inpres 2 ditunda sementara sampai waktu yang tidak ditentukan, Validasi data pedagang pasar inpres 1,Jl M Yamin, Andalas, Lorong Buntu, Pendowo, Lorong Daging dan Eks Terminal sesuai fakta dilapangan baik jumlah dan jenis dagangan, ukuran lapak disesuaikan lebih layak dan dibangun lorong pembatas, Dilakukan pembenahan baru terhadap lapak pedagang, Pindah setelah PTM 2 dibenahi dan diprioritaskan pedagang PTM 2 baru pedagang lainnya, pedagang tidak terprovokasi oleh pihak tak bertanggung- jawab dan terakhir akan dilakukan pembangunan eks terminal yang didampingi DPRD dan asosiasi pedagang.


Sementar saat wawancara dengan awak media, Ketua DPRD Prabumulih, Ahmad Palo menerangkan bahwa kedatangan para pedagang untuk menyalurkan aspirasinya yang menolak untuk relokasi karena dianggap belum layak.


"Berdasarkan kesepakatan dengan Walikota Prabumulih PTM 1 dan 2 akan diperbaiki terlebih dahulu dan untuk menampung seluruh pedagang akan dibangun di lahan eks terminal. Artinya relokasi ditunda karena sesungguhnya memang belum layak", kata Palo.(Aditya)


Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.