Header Ads

Sasmizal: "Mungkin Ini Derita Kami" Lima Tahun Dalam Penantian

PRABUMULIH,SRINE.Com--Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya sering berpidato disetiap kesempatan mengatakan bahwa Pemerintah kota Prabumulih tidak akan tanggung -tanggung dalam membantu warga kurang untuk membangun rumah nya. Namun hal ini tidak berlaku pada  Sasmizal warga yang beralamat di Jl.Gotong Royong No. 099
Rt 01/Rw 05 Kel Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur.

Lima tahun silam pria 57 tahun ini memperoleh bantuan pembangunan rumah stimulan melalui program kementerian Perumahan dan Pemukiman Republik Indonesia dalam bentuk bahan bangunan senilai Rp. 7.000.000,-.

Artinya bantuan tersebut tentu saja belum bisa membangun rumah pria yang kesehariannya bekerja sebagai servis Hp ini hingga selesai.belum lagi saat itu istrinya mengindap penyakit kanker payudara hingga akhirnya meninggal dunia 2015 lalu.

"Bantuan yang diberikan ketika itu berupa semen, batubata dan pasir dan seng yang hingga kini masih utuh. sementara biaya tukang harus ditanggung sendiri,apalagi saat itu istri saya memerlukan biaya pengobatan", kata bapak dua anak ini,Senin (24/12/18) dikediamannya.

Sasmizal juga bercerita bahwa dengan bantuan yang diberikan, rumah ukuran 4x6 meter tersebut hanya mampu membangun dinding rumah dengan tanpa pintu dan jendela. sayangnya lagi kata dia kondisi bangunan yang baru mengepung rumahnya yang lama sudah sama-sama memprihatinkan. dibeberapa bagian sudah terlihat lapuk dan berlumut menandakan kesabaran dinding menahan panas matahari dan siraman air hujan bertahan -tahun.

"Hal ini sudah disampaikan pada Walikota dan Bapak Ridho Yahya sudah merekomendasikan pada Baznas.setelah itu sudah beberapa kali pejabat kelurahan dan Baznas datang mengecek dan minta Kk /Ktp. Namun hingga kini belum juga dibangun.apalagi kayunya sudah banyak yang rusak,"sesalnya.


Ditambahkan Sasmizal, dirinya berharap agar pemkot Prabumulih dan ada pihak lain yang terketuk hatinya untuk membantu menyelesaikan rumahnya. namun dirinya juga pasrah jika nantinya hal tersebut tidak terwujud.

"Mungkin lum rezeki, jika tidak diselesaikan tidak usah survei dan minta kk dan ktp. Mungkin ini derita kami,bahkan sertifikat masih ditahan Lurah karena belum bayar ",ujarnya.

Laporan :Aditya

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.