Header Ads

Kajari Sebut Prabumulih Masih Darurat Narkoba



PRABUMULIH,SRINE.Com--Kejaksaan Negeri Prabumulih,Selasa (12/3/19) menggelar pemusnahan barang bukti hasil kejahatan di kantor nya Jalan A Yani No.4 Kelurahan Prabujaya, Prabumulih Timur.
Hadir juga dalam kesempatan tersebut Walikota Prabumulih,Ir H Ridho Yahya ,MM dan unsur muspida.


M Husein Admaja,Kajari Prabumulih menjelaskan,kegiatan ini rutin dilakukan oleh institusi penegak hukum.kejaksaan sendiri menurutnya dilaksanakan dua kali dalam setahun.barang bukti yang dimusnahkan adalah jenis kejahatan narkoba dan senjata api rakitan.

"Untuk narkoba yang dimusnahkan jenis ganja 229,641 Gram (59 paket),Ineks sebanyak 22,2209 Gram,Sabu 96,194 Gram,Senjata api 5 pucuk dan 14 amunisi,senjata tajam 5 bilah dan 13 Hp",ujarnya.

Dengan capaian tersebut sambung Husein Admaja,artinya kota Prabumulih saat ini masih dalam kondisi darurat narkoba.kegiatan ini juga kata dia,mengingatkan kejahatan narkoba  merupakan kejahatan luar biasa yang dampaknya luar biasa bagi generasi kedepan .

'Kerusakan akibat narkoba dalam bentuk fisik dan psikis terhadap pengguna narkoba yang menyasar usia produktif di bawah 40 tahun.selain penindakan kita juga ada upaya pencegahan dengan program jaksa masuk sekolah",tegasnya.


Sementara itu,Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya menyebut,narkoba yang sudah jelas tidak bermanfaat,namun herannya Prabumulih banyak terdampak.

"Selain pengguna Prabumulih juga dijadikan pasar narkoba",ungkap Ridho.

Untuk itu Ridho menilai agar semua pihak mendukung pemberantasan narkoba.namun  menurut Ketua Partai Golkar Prabumulih itu saja tidak cukup,upaya kedepan bagaiman caranya pemimpin  jauh dari narkoba.


"Untuk itu cara membentengi anak pemkot menghadirkan program anak harus bisa sholat dan baca tulus alquran.Mulai berdakwah bahaya dampak narkoba.karena ola pikir dak otaknya sudah tidak  normal lagi.termasuk ijin organ tunggal tidak lebih dari jam 12 malam,"Pungkas Ridho.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.