Header Ads

Resmikan Jargas Di Prabumulih,Menteri ESDM: 2020 Seluruh Masyarakat Prabumulih Nikmati Gas Kota


PRABUMULIH,SRINE.Com--Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan mengukuhkan diri sebagai kota gas terbesar di Indonesia setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan didampingi Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Bumi Alimudin Baso meresmikan tambahan jaringan gas (Jargas) sebanyak 6.018 Sambungan Rumah (SR).

Menteri ESDM Ignasius Johan,Gubernur Sumsel Herman Deru ,Duta Literasi Sumsel Percah Lianpuri dan rombongan tiba didesa Talang Batu ,Sabtu Sore (30/3/19) disambut Walikota Prabumulih H Ridho Yahya,Wakil Walikota Andriansyah Fikri dan antusias ratusan masyarakat yang rela menunggu dari siang.

Dalam sambutannya Walikota Prabumulih,H Ridho Yahya menyampaikan, bahwa saat ini total jaringan gas rumah tangga di Kota Prabumulih sebesar 42.668 SR ,artinya 86 persen masyarakat Prabumulih sudah menikmati gas kota yang langsung mengalir kerumah-rumah.

"Sekitar 4000 sambungan lagi Prabumulih 100 % bisa menikmati jaringan gas rumah tangga.Semoga pak Menteri bisa mewujudkan nya",Harap Ridho Yahya disambut tepuk tangan yang hadir.

Selain jaringan gas rumah tangga,imbuh Ridho, kota Prabumulih juga merupakan satu-satunya kota yang berhasil membangun rumah baru tidak layak huni bagi masyarakat kurang mampu yang tidak menggunakan dana APBN dan APBD.malah kata dia pihaknya juga telah menggandeng pihak lainnya untuk berkontribusi dalam membangun Prabumulih sambil beramal.

"Dprd 3 rumah ,Polres Prabumulih 2,Pertamina 5 ,Semoga tahun depan bisa 10 rumah",ujarnya.

Dihadapan yang hadir Ridho juga mengapresiasi Pemerintah Pusat dan Provinsi karena telah mendukung langkah Prabumulih untuk menolak tambang batubara.Adik kandung Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya ini juga tak lupa menyisipkan harapan agar sekolah Akamigas segera dibangun di Prabumulih.

"Terimakasih pada Bapak Presiden dan Gubernur yang telah mendukung dan konsisten dalam melarang truk batubara lewat.Untuk Akamigas lahannya sudah disiapkan seluas 15 H,Semoga segera dibangun",Tegasnya.

Dikesempatan sama,Gubernur Sumsel  H Herman Deru menilai wajar jika walikota Prabumulih curhat dihadapan menteri dan Gubernur,karena dia yang pernah menjabat Bupati Oku Timurpun sering melakukannya.

"Untuk sisa 14 persen sambungan saya rasa pasti disetujui pak Menteri,Pali saja langsung dibantu",kata Deru.

Tidak hanya itu,Deru juga mengapresiasi kerja keras walikota Prabumulih dalam berjuang mensejahterakan masyarakat.Untuk itu dirinya mengajak semua pihak untuk menekan angka kemiskinan disumsel melalui peningkatan Simber daya manusia.

"Suatu penghargaan   Akademi Migas dibangun di Prabumulih,bila perlu tahun depan sudah bisa menerima siswa ",tandas Deru.

Terkait pelarangan truk angkutan batubara,Deru menegaskan jika dirinya komitmen dan konsisten dengan menerbitkan Pergub 74 tahun 2018  tentang penyetopan batubara..saya komitmen tidak akan tergoda .

"Saya tidak akan tergoda,lebih baik martabat daripada martabak.saya siap dimusihi pengusaha batubara",Pungkasnya.



Sementara itu,Menteri ESDM Ignasius Jonan berjanji ditahun 2020 akan fokus menuntaskan jaringan gas rumah tangga di Provinsi Sumatera Selatan .

"Jika Saya dikasih Satu juta sambungan di tahun depan,Prabumulih Saya jamin 100%",Kata Jonan saat menyampaikan sambutan .

Jonan juga menyebut jika dirinya sepakat bahwasanya tambang batubara tidak perlu ada di Prabumulih.

"Karena tidak semua Sumber Daya Alam di Prabumulih di eksploitasi",tegasnya.

Sebagai informasi,Ini adalah kali ketiga Kota Prabumulih mendapatkan manfaat program jaringan gas kota. Pengembangan jargas di Kota Prabumulih dimulai tahun 2012 (4.650 SR), tahun 2016 (32.000 SR) dan terakhir di tahun 2018 (6.018 SR). Sehingga kini total jaringan gas rumah tangga di Kota Prabumulih sebesar 42.668 SR.

Pembangunan 6.018 SR jaringan gas di Kota Prabumulih meliputi Desa Karangan (300 SR), Desa Talang Batu (328 SR), Desa Karang Bindu (887 SR), Karang Mulya (459 SR), Tanjung Telang (463 SR), Payu Putat (877 SR), Patih Galung U9 (200 SR), Patih Galung SP (240 SR).

Selain dari APBN, PT Pertamina (Persero) pada tahun 2016 juga telah membangun 2.000 SR di Kota Prabumulih dengan dana investasinya.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.