Header Ads

Bangunan MCK Umum Dibangunkan Dirumah Warga

Kayuagung, SRINE.Com-Pembangunan kamar mandi, tempat mencuci dan kakus atau biasa disebut MCK di Desa Serigeni Lama Kecamatan Kayuagung Kabupaten OKI, Sumatera Selatan mendapat  tanggapan kurang baik dari masyarakat setempat.

Salah seorang warga Desa Serigeni Lama yang berinisial PD  mengatakan, Semenjak pembangunan selesai sekitar tahun 2017/2018, MCK yang lokasinya berada di Desa Serigeni Lama Dusun I RW III itu, belum pernah dimanfaatkan oleh masyarakat, karena posisi bangunan MCK untuk umum itu di bangun dan berada di dalam rumah warga menyatu dengan bagian dapur rumah tersebut, yang diduga masih orang dekat pejabat desa setempat.

“ Sejak pekerjaan selesai, bangunan tidak pernah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Karena bangunan itu kami anggap tidak layak. Bagaimana tidak kami katakan tidak layak pak, kalau letak bangunanya saja masuk dalam rumah salah satu warga desa kita ini. Jadi siapa yang mau memanfaatkannya pak, bahkan oknum Kades disini tidak ada tindaklanjut apa apa seolah olah itu hal sepele, ” ucapnya saat dibincangi awak media di kediamannya, beberapa waktu lalu.

Padahal menurutnya, warga Desa Serigeni Lama sangat membutuhkan bangunan MCK didesanya, terutama untuk kepentingan umum. Sehingga membuat warga kecewa dan kesal karena MCK itu sama sekali tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat banyak.

Apakah bangunan yang menggunakan anggaran negara itu dibiarkan begitu saja menjadi milik pribadi oknum warga tertentu saja, tanpa ada solusi selanjutnya. Kiranya kami sebagai masyakarat setempat yang mendapat program pembuatan MCK ini agar nantinya dapat memanfaatkannya, pungkas PD

“Sebenarnya dengan dibangunnya MCK itu agar  mempermudah bagi masyarakat umum khususnya dalam urusan mandi, cuci pakaian dan buang kakus. Kan sayang kalau dibiarkan seperti ini, hanya menguntungkan si pemilik rumah, karena fasilitas umum jadi hak milik pribadi ,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan FR,  warga Desa Serigeni Lama lainnya. Ia membenarkan kalau ada pembangunan MCK di desanya, yang bangunannya

FR menuturkan, pembangunan MCK  merupakan program dari pembangunan infrastruktur dengan memanfaatkan potensi sesuai kebutuhan masyarakat dan untuk meningkatkan peran serta sumber daya masyarakat lokal sebagai pelaku pembangunan.

“Namun, yang sangat kami sayangkan selama proses pembangunan tersebut kami dari masyarakat banyak yang tidak dilibatkan, hanya untuk segelintir orang saja. Program ini kan berdasarkan dengan permohonan kelompok swadaya masyarakat (KSM),” ungkapnya.

Sedangkan ironisnya Kades Serigeni Lama, M Taufik saat dikonfirmasi di kediamannya mengatakan kalau dirinya tidak begitu tahu mengapa bangunan MCK untuk masyarakat umum itu, bisa masuk kedalam bangunan rumah warga, menjadi hak milik pribadi. Bahkan hingga saat ini tidak adanya tindaklanjut yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.