Header Ads

Pemkab Oki Ciptakan Generasi Sehat Cerdas Tanpa Stunting

Kayuagung, SRINE-Upaya pembinaan dan meningkatkan derajat kesehatan anak terus dilakukan oleh jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKI. Langkah ini dilakukan melalui pemantauan kesehatan balita serta ibunya, baik melalui program promotif maupun preventif. Lomba balita Indonesia tingkat Kabupaten Kota, ini juga merupakan salah satu upaya untuk menuju kesehatan anak yang semakin baik.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Bupati OKI dalam hal ini, Setda OKI, H Husin SPd MM, para pejabat dan pegawai Dinas Kesehatan dilingkungan Pemkab OKI, serta para undangan.

Bupati OKI, H Iskandar SE didampingi Setda OKI, Husin SPd MM membuka acara lomba balita Indonesia tingkat kabupaten, pada Rabu (10/7/2019). Di Aula Kantor Sekretariat PKK Kabupaten OKI.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, anak yang Sehat, cerdas dan kreatif adalah dambaan harapan dan keinginan orang tua, pemerintah, dan negara.

Hak anak lainnya, kata dia  adalah hak tumbuh berkembang yang harus dilakukan secara stimulan dan agar lebih optimal, sehingga perlu pemenuhan kebutuhan asah, asih dan asuh. Dikatakannya juga, beberapa kewajiban yang harus dilakukan oleh para orang tua agar bayi dan balita dapat diasuh secara maksimal, antara lain pemenuhan asupan gizi sejak dalam kandungan.

"Pemenuhan ASI (air susu ibu) eksklusif dan imunisasi lengkap pada bayi, pemantauan tumbuh kembang balita di posyandu atau sarana pelayanan lainnya," ungkapnya. 

Selain itu, ada juga pemeliharaan kesehatan, baik jasmani maupun rohani. Penyediaan sanitasi lingkungan yang baik, serta kepemilikan Akte Lahir dan pengaturan jarak kelahiran, menjadi hal yang menurut dia harus benar-benar diperhatikan para orang tua.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, HM Lubis SKM MKes, mengatakan, bahwa lomba balita Indonesia tingkat Kabupaten OKI tahun 2019, dapat dijadikan momentum pembelajaran bagi para ibu untuk pentingnya memperhatikan pertumbuhan balitanya. Dan juga memotivasi para kader kesehatan dalam pentingnya mensosialisasikan gizi di masyarakat, sehingga dapat menciptakan generasi sehat cerdas tanpa stunting.

Dia juga berharap agar melalui lomba tersebut dapat memberikan motivasi kepada ibu lainnya untuk lebih mengoptimalkan lagi dalam melakukan pembinaan dan kesehatan balitanya.

Acara lomba balita sehat tahun 2019 tersebut, diikuti sebanyak 36 peserta, terdiri dari dua kelompok usia, yakni 6 sampai 24 bulan dan usia 2 sampai 5 tahun.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.