Header Ads

Bermunajat Pada Allah SWT, Pemkot Prabumulih Gelar Doa Bersama Agar Terhindar Dari Korona

PRABUMULIH, SRINE--- Pemerintah Kota Prabumulih, Selasa (17/3/20) menggelar syukuran atas akan hadirnya kampus Akamigas di Kota Seinggok-Sepemunyian ini.

Disisi lain, kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Ar Rahman Kompleks Perkantoran Pemkot Prabumulih ini juga melaksanakan doa bersama tolak bala memohon kepada allah SWT agar wabah virus korona  yang melanda dunia cepat berakhir.


H Lukman Hakim dalam ceramah nya menegaskan bahwa kita jangan takut berlebihan dengan virus korona, namun kata dia kita harus takut dengan allah SWT.

" Kapanpun maut bisa menjemput kita, tidak hanya oleh korona. Jadi takutlah sama tuhan,"  tukasnya.

Sementara itu
Walikota Prabumulih, Ridho Yahya , mengatakan kegiatan ini dalam rangka syukuran meminta perlindungan dan  memohon pada allah Swt agar Indonesia pada umum nya dan Kota Prabumulih khususnya bebas dari virus korona.

" Kepada siapa lagi kita memohon perlindungan,  selain kepada allah SWT. Kita pernah doa minta hujan, Alhamdulillah dikabulkan. Semoga Prabumulih dijauhkan dari penyakit bukan hanya korona, Insyaallah ini dikabulkan juga," harap Ridho.

Ridho juga bersyukur karena hingga saat ini Prabumulih belum  ada laporan  yang terjangkit korona. Seandainya pun ada , Ridho mengaku pemkot akan bertanggungjawab secara penuh dan akan dirawat dengan sebaik-baiknya di  3 rumah sakit yang telah disiapkan secara gratis.

" Saya berharap agar masyarakat Prabumulih setiap habis sholat berdoa agar Prabumulih bebas dari berbagai penyakit, khususnya korona,"  ujarnya.

Terkait himbauan pemerintah pusat, Lebih dalam Ridho menyebutkan bahwasan Prabumulih belum akan meliburkan sekolah dan pegawai tetap bekerja seperti biasa.

" Belajar dirumah nanti anak-anak maen Hp mulu, dan Pegawai bekerja dirumah, dikantor saja jarang absen. Jadi saat ini semua masih seperti biasa," ujarnya.

Ridho juga menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan terus  menjaga pola hidup bersih dan sehat.

" Korona jangan terlalu dibesar-besar kan, takutnya masyarakat panik. Takutlah pada allah SWT, bukan pada korona," tandasnya.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.