Header Ads

Diduga Cemari Kebun Warga, Aktivitas Stoppiel Batubara PT BGG- PT Raja dan PT MME di Km-36 di Protes Warga

PALI, SRINE--Stoppiel batu bara milik perusahaan PT.BGG-PT.RAJA dan PT.MME cemari kebun karet warga Desa Harapan Jaya kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir PALI.Sumatra Selatan Indonesia.

Stoppiel batu bara yang berlokasi di jalan servo lintas raya di km 36 diduga telah mencemari kebun karet milik Asep, warga Desa Harapan Jaya kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI.

Arman, penerima kuasa dari Asep warga Desa Harapan Jaya kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI mengaku jika semenjak ada aktifitas perusahaan tersebut kebun karet milik Asep penuh dengan debu batu bara, yang berdampingan dengan stoppiel batu bara milik perusahaan PT.BGG dengan radius satu meter.

" Sebagai penerima kuasa dari bapak Asep, saya terus lakukan kordinasi dengan pimpinan perusahaan milik PT.BGG-PT.RAJA dan PT.MME untuk menyelesaikan permesalahan ini," Kata Arman kepada portal Sriwijayanews, Minggu (07 Juni 2020).

Lanjut Arman , Kami sudah sampaikan kepada pimpinan perusahaan milik PT.BGG-PT.RAJA dan PT.MME bahwa stoppiel batu bara ini menyalahi aturan Amdal, pada hari Rabu (03 Juni 2020).

"Kalau nggak ada kejelasan terpaksa kami menindak tegas dan menunda pekerjaan stoppiel batu bara milik perusahaan PT.BGG-PT.RAJA dan PT.MME yang berlokasi di km 36 ini, " tegasnya.


Terkait limbah saluran batu bara,  dirinya menilai pihak perusahaan tidak bekerja dengan baik dan mengabaikan aspek-aspek lingkungan sehingga merugikan masyarakat.


" Saya sesalkan  dan sangat kecewa karena mereka bekerja dengan sembrono ," tegasnya.



Selain itu, dia juga merasa keberatan dengan adanya stoppel batubara di km36 yang tidak memperhatikan dampak pengolahan dan kesehatan masyrakat di sekitar lokasi perusahaan.

" Angkutan armada batu bara tidak memasang terpal sehingga saat angin debu batu bara berterbangan kebun kebun karet dan rumah warga,. Kesehatan warga juga terancam," ujarnya.

" Tidak hanya berhenti disitu,  batu bara banyak yang berjatuhan dari armada kebadan jalan sehingga warga untuk menyadap karet sangat kesulitan saat melintasi jalan, 'pungkasnya.


Terpisah, saat di hubungi via WhatsApp peribadi nya, Karim sebagai fm .pimpinan perusahaan PT.BGG-PT.RAJA menyatakan bahwa jika terkait persoalan dengan aktivitas di km- 36 silahkan hubungi Arman, desa harapan jaya.

"Mohon maaf bapak Redi sehubunga nya dengan yang berwenang pengelola di sana, yaitu SLR Titan,aku harap bpk lebih tau hal ini,nama dan nomor telepon Ujang SLR yang ngurus itu,lah ku njuk Gale Ngan pak Arman,tulis Karim,"(Redi).

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.