Pemkot Prabumulih Salurkan 600 Kg Benih Jagung ke 17 Poktan, Targetkan Swasembada Pangan
SRIWIJAYA NEWS | Prabumulih — Pemerintah Kota Prabumulih bersama Dinas Pertanian dan Polres Prabumulih terus menggenjot program swasembada pangan yang menjadi prioritas nasional.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Prabumulih menyalurkan bantuan benih jagung tahun 2026 dari Kementerian Pertanian kepada 17 Kelompok Tani (Poktan). Penyerahan dilakukan secara simbolis di Ruang Command Center Polres Prabumulih, Selasa (14/04/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Prabumulih, H. Elman, ST, MM, didampingi Kapolres Prabumulih AKBP Bobby Kusumawardhana, menyampaikan bahwa total bantuan yang disalurkan mencapai 600 kilogram benih jagung yang tersebar di enam kecamatan.
“Pemerintah kota melalui Dinas Pertanian akan terus mendukung, mulai dari penyuluhan hingga pemasaran. Kita targetkan produksi mencapai 5 hingga 7 ton per hektare,” ujar Elman.
Kepala Dinas Pertanian Prabumulih, Alpian, SP, didampingi Sekretaris Dinas Taufiq Rahman, SP, menjelaskan bahwa penerima bantuan merupakan petani yang telah berpengalaman menanam jagung sejak 2021.
“Kelompok tani ini sudah terhubung langsung dengan penyuluh dari Kementerian Pertanian, sehingga data dan pendampingan terverifikasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Bobby Kusumawardhana mengungkapkan, luas lahan jagung di tahun 2025 mencapai 40 hektare. Pada 2026, pihaknya ditargetkan Polda Sumsel untuk meningkatkan hingga 75 hektare.
“Untuk mencapai target tersebut, kami akan memaksimalkan lahan tidur dan terus mendorong masyarakat agar aktif menanam jagung,” ujarnya.
Ia menambahkan, sentra produksi jagung di Prabumulih berada di Desa Pangkul dan Kelurahan Sindur, Kecamatan Cambai, yang memiliki tingkat kesuburan tanah lebih baik dibanding wilayah lain seperti Rambang Kapak Tengah dan Prabumulih Barat.
“Di Pangkul dan Sindur hasil panen bisa mencapai 5–8 ton per hektare, sementara di wilayah lain masih belum maksimal karena kondisi tanah,” jelasnya.
Kapolres juga menegaskan komitmen pihaknya dalam mengawal program ini dari hulu ke hilir, mulai dari penanaman hingga distribusi pascapanen ke Bulog.
“Bhabinkamtibmas harus hadir di tengah petani, memberi semangat dan memastikan program swasembada pangan ini berjalan sukses,” tandasnya.(@d).

Posting Komentar