Minat Warga Masih Minim, Koperasi Desa Merah Putih Karya Mulya Terus Gencarkan Sosialisasi
SRIWIJAYA NEWS | PRABUMULIH — Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Karya Mulya baru saja menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Namun, dalam pelaksanaannya, pengurus lebih menyoroti persoalan mendasar yang masih menjadi tantangan besar, yakni minimnya minat masyarakat untuk bergabung sebagai anggota koperasi.
Ketua KDMP Karya Mulya, Budiarso, mengakui rendahnya partisipasi warga menjadi kendala utama dalam pengembangan koperasi di desa tersebut.
“Minat masyarakat untuk menjadi anggota masih sangat minim. Ini menjadi tantangan terbesar kami sebagai pengurus. Bisa saja hasil RAT kami ekspose sebagai bentuk transparansi, tetapi menurut hemat kami hasilnya belum memuaskan,” ujarnya.
Menurut Budiarso, keberadaan koperasi sangat bergantung pada jumlah dan keaktifan anggotanya. Semakin banyak anggota yang terlibat, maka semakin besar pula peluang koperasi untuk berkembang dan menjalankan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihak koperasi terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan memberikan pemahaman bahwa ke depan koperasi desa akan memiliki peran penting dalam pengelolaan anggaran maupun program ekonomi masyarakat.
“Kami sudah mulai dan tidak henti-hentinya mensosialisasikan bahwa ke depan koperasi akan mendapatkan peluang pengelolaan anggaran dan program. Artinya, masyarakat akan sangat diuntungkan jika terlibat sejak awal. Kalau tidak ikut, justru bisa tertinggal,” jelasnya, Senin (4/5/26).
Saat ini, KDMP Karya Mulya dengan jumlah anggota dan pengurus sebanyak 61 orang baru memiliki satu program usaha utama, yakni penjualan gas yang merupakan dukungan dari Pemerintah Kota. Meski skalanya masih terbatas, usaha tersebut dinilai cukup membantu menopang operasional koperasi.
“Dari hasil penjualan gas ini, walaupun tidak besar, sudah bisa membantu biaya operasional koperasi,” tambahnya.
Meski masih menghadapi berbagai keterbatasan, Koperasi Karya Mulya tercatat sebagai salah satu koperasi di Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota Prabumulih, yang telah melaksanakan RAT. Hal ini menjadi indikator bahwa tata kelola koperasi tetap berjalan sesuai ketentuan dan menunjukkan komitmen pengurus dalam menjaga akuntabilitas organisasi.
Budiarso berharap jumlah anggota koperasi dapat meningkat secara signifikan ke depan. Dengan demikian, koperasi tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan menghadirkan lebih banyak program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami ingin koperasi ini benar-benar menjadi milik bersama. Kalau anggotanya banyak, ide dan program juga akan semakin berkembang. Koperasi bisa menjadi kekuatan ekonomi desa,” harapnya.
Ia juga mengajak masyarakat agar tidak ragu bergabung dan mulai melihat koperasi sebagai wadah ekonomi bersama yang memiliki potensi besar di masa depan.
“Koperasi ini bukan milik pengurus, tetapi milik kita semua. Kalau dikelola bersama, manfaatnya juga akan kembali ke masyarakat, memang anggota diwajibkan iuran bulanan 10 ribu dan simpanan pokoks sebesar 100 Ribu Rupiah .Tapikan anggota menadapatkan keuntungan dari suasana hasil usaha di akhir tahun, ” pesannya.
Di tempat terpisah, Kepala Desa Karya Mulya, Miril Firacha, turut mengimbau masyarakat agar lebih aktif mendukung keberadaan koperasi desa. Menurutnya, koperasi merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa.
“Saya mengajak seluruh warga Karya Mulya untuk ikut menjadi anggota koperasi. Ini adalah wadah ekonomi bersama yang harus kita besarkan,” tegasnya.
Pria yang juga selaku pengawas KMP Desa Kaeay Mulya ini menilai semakin banyak warga yang terlibat, maka semakin besar pula peluang koperasi untuk berkembang dan menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Koperasi ini ke depan bisa menjadi penggerak ekonomi desa. Tapi itu hanya bisa terwujud kalau masyarakat ikut berpartisipasi,” lanjutnya.
Miril juga menekankan bahwa keterlibatan masyarakat sejak awal akan memberikan keuntungan jangka panjang, baik secara ekonomi maupun dalam pembangunan desa secara keseluruhan.
“Jangan sampai nanti ketika koperasi sudah besar, justru kita tidak ikut di dalamnya. Mari kita bangun bersama dari sekarang,” pungkasnya.

Posting Komentar