News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pemdes Karya Mulya Gelar Pelatihan Relawan Penanggulangan Bencana Karhutla 2026

Pemdes Karya Mulya Gelar Pelatihan Relawan Penanggulangan Bencana Karhutla 2026


SRIWIJAYA NEWS | PRABUMULIH — Pemerintah Desa Karya Mulya, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), menggelar pelatihan relawan penanggulangan bencana yang bersumber dari Dana Desa Tahap I Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna , Selasa , (5/5/26) tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Karya Mulya, Miril Firacha A.Md, serta dihadiri Kapolsek RKT diwakili Kanit Binmas Aipda Joni , Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Prabumulih Anton Sujarwo, Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Karya Mulya, dan masyarakat peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Kades Karya Mulya Miril Firacha mengatakan, peserta relawan yang mengikuti pelatihan merupakan warga yang dipilih berdasarkan hasil Musyawarah Desa (Musdes) Tahun 2025.

“Berdasarkan hasil Musdes 2025, masyarakat sepakat untuk mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas warga dalam pengendalian bencana di desa. Setiap desa memiliki potensi bencana berbeda-beda, dan di Desa Karya Mulya yang paling dominan adalah bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak tahun 2024 pihak desa juga telah membentuk tim pengendali api sebagai langkah antisipasi Karhutla.

“Kami berharap para relawan dapat memahami teknik dasar penanggulangan bencana. Memang bukan untuk mengatasi seluruh bencana secara keseluruhan, namun setidaknya mampu melakukan tindakan awal dan tidak sampai menjadi korban saat membantu penanganan bencana, Semoga kegiatan berjalan lancar ,” katanya.

Sementara itu, Kanit Binmas Polsek RKT, Aipda Joni , menegaskan bahwa pelatihan penanggulangan bencana juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla sekaligus penegakan hukum.

“Setiap desa biasanya ada program tebang tebas yang identik dengan pembakaran lahan. Kami tetap melarang karena aturan hukumnya jelas. Namun ada ketentuan kearifan lokal, yakni pembukaan lahan di bawah dua hektare dengan syarat tertentu dan tidak berlaku saat cuaca ekstrem atau musim kemarau,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam membuka lahan, sebab jika terdeteksi hotspot oleh satelit, petugas patroli udara akan langsung menuju lokasi titik api.

“Karena itu, kami mengajak pemerintah desa dan masyarakat bersama-sama mencegah Karhutla,” tambahnya.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Prabumulih, Anton Sujarwo, mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Karya Mulya dalam membentuk relawan penanggulangan bencana.

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan sangat merugikan karena tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat menyebabkan kebakaran permukiman warga.

“Kebakaran tidak mengenal cuaca maupun waktu. Bahkan seperti yang terjadi di Payuputat, kebakaran bisa saja terjadi saat musim hujan. Karena itu, penting mengetahui langkah-langkah pencegahan untuk meminimalisir kerugian,” katanya.

Ia berharap pembentukan relawan penanggulangan bencana di Desa Karya Mulya dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya mencegah dampak Karhutla.

Sementara itu, Suwandi dari BPBD Kota Prabumulih menambahkan bahwa kesiapsiagaan menjadi faktor penting dalam penanganan kebakaran, terlebih tahun ini diperkirakan cuaca panas akan lebih ekstrem.

“Api dapat merusak aset, menimbulkan korban jiwa, dan merugikan daerah. Karena itu, api harus dikendalikan bersama-sama. Penanganan kebakaran bukan hanya soal peralatan, tetapi juga kesiapsiagaan masyarakat agar dampak kerugian bisa dikurangi,” pungkasnya.(@d).

Tags

Minat Bergabung

Kirimkan CV anda ke redaksi Posmetro dibawah ini atau ke klikosmetro@gmail.com.

Posting Komentar