Warga Jalan Pakjo Resah, Diduga Limbah Pabrik Tempe Cemari Selokan hingga Sumur
SRIWIJAYA NEWS | PRABUMULIH – Warga Jalan Pakjo RT 03 RW 03, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, resah dengan kondisi lingkungan yang diduga terdampak limbah cair dari aktivitas salah satu usaha pembuatan tempe di kawasan tersebut.
Limbah cair yang diduga berasal dari aktivitas produksi tempe disebut mengalir melalui saluran air atau selokan hingga menuju jembatan. Kondisi itu dikeluhkan warga karena menimbulkan bau menyengat yang cukup mengganggu, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran selokan.
Tak hanya persoalan bau, warga juga mengkhawatirkan kondisi air sumur yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sejumlah warga menduga air sumur mereka ikut terdampak akibat aliran limbah tersebut.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kondisi tersebut sudah cukup meresahkan masyarakat sekitar.
“Baunya sangat menyengat, apalagi saat limbah mengalir. Kami yang tinggal di sekitar sini tentu merasa terganggu. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah dan pihak terkait agar masalah ini segera ditangani,” ujarnya.
Warga lainnya juga mengaku khawatir apabila persoalan tersebut terus dibiarkan dan berdampak terhadap lingkungan maupun sumber air warga.
“Kami khawatir kalau benar limbah itu masuk dan meresap ke tanah, lama-lama air sumur warga bisa terdampak. Karena itu kami berharap ada pengecekan dari dinas terkait, supaya diketahui secara jelas kondisi air dan sumber limbahnya,” ungkapnya.
Ia berharap pengelolaan limbah dari aktivitas produksi tempe lebih diperhatikan sehingga tidak mengalir langsung ke saluran air umum di sekitar permukiman.
“Kalau memang ada usaha, kami tidak keberatan. Tapi pengelolaan limbahnya juga harus diperhatikan supaya tidak merugikan warga sekitar,” katanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Lurah Gunung Ibul Barat, Ari Wahyudi SH, membenarkan adanya pengaduan warga terkait limbah tempe.
“Benar pak, ada pengaduan tentang limbah tempe. Kami menegur pemilik usaha, dan mereka siap melakukan pembersihan limbah,” ujar Ari Wahyudi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Warga berharap persoalan ini segera ditangani dan pengelolaan limbah tidak kembali mengganggu lingkungan maupun air sumur warga.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Prabumulih, Drs Mulyadi MSi Musa, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait keluhan warga tersebut hingga berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban.

Posting Komentar