Header Ads

Aksi Aliansi Mantab Di Bawaslu PALI Berakhir Ricuh

PALI - SRINE.COM -Ratusan Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tanah Abang Abab Bersatu (ALIANSI MANTAB) menggelar Aksi Unjuk rasa di Kantor Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),Jumat (3/5).

 Dalam orasinya Aliansi MANTAB  Meminta agar pihak KPUD PALI mengadakan Pemilihan Suara Ulang (PSU) untuk  di Kecamatan Tanah Abang, dan Abab Daerah Pemilihan (DAPIL 3)

Berdasarkan pantauan, Ratusan massa Aliansi memaksa merangsek kedalam Kantor Bawaslu, Namun oleh pihak keamanan Masa tersebut dibolehkan berorasi di Halaman Kantor Bawaslu Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi.

Saat ini sedang berlangsung Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat Kabupaten PALI, beberapa jam kemudian terjadila kecekcokan mulut antara pihak Bawaslu dengan Unjuk rasa, dan pihak kepolisian berusaha melerai.namun massa yang sudah terlanjur emosi akhirnya terlibat kericuhan juga dengan kepolisian yang coba mengamankan.

Dari kericuhan yang terjadi pada jumat pukul 11: 40 WIB  tersebut mengakibatkan 8 Angota Kepolisian terluka dan puluhan Unjuk rasa terluka pada bagian kepala.

Plt Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten PALI Rizal Pahlevi, AP MSi, mengatakan bahwa permasalahan yang disampaikan oleh massa tersebut harusnya dilakukan secara mekanisme sesuai koridor yang ada. yaitu, dari pleno di tingkat KPPS, PPS, hingga pleno kecamatan.


"Jadi kalau ada keberatan, silahkan sampaikan pada saat KPPS dan PPK, karena di KPPS dan PPK sudah ada pleno. Proses yang diselenggarakan oleh penyelenggara Pemilu sudah clear,” ungkapnya.

Rizal juga menerangkan, kalau pun ada kelompok-kelompok yang keberatan harusnya menggunakan mekanisme yang ada, jangan sampai mencederai proses rekapitulasi yang sedang berlangsung.

“Kami sangat menyesalkan adanya kejadian hari ini, apalagi Aliansi MANTAP tidak terdaftar di Kesbangpol dan tidak berbadan hukum,” tutupnya.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun TNI terkait aksi unjuk rasa yang melukasi sejumlah anggota TNI dan Polri.(Redi).

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.