Weather (state,county)

Breaking News

Tak Kuat Lihat Adik Ipar Pakaian Seksi,Suep Masuk Bui


RABUMULIH, SRINE --  Seorang warga  Desa Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan harus berurusan dengan polisi lantaran berselingkuh dengan adik iparnya sendiri.

Dia adalah Iip Mulyono alias Suep (29).
Awalnya ,korban inisial NA (16) dititipkan orang tuanya tinggal di rumah Suep untuk dididik. Selama satu bulan, NA kerap memakai pakaian seksi yang mengumbar Aurat.

Hingga suatu malam, tepatnya pukul 01.00 WIB saat istri dan anaknya tidur, Suep masih terjaga menyaksikan acara televisi di ruang tamu. Tak lama berselang, adik iparnya pun keluar menggunakan celana pendek jenis Legging.

Tergiur kemolekkan tubuh adik ipar,  Suep pura pura menyuruhnya masuk ke dalam kamar untuk tidur. Suep yang tak kuasa menahan hawa nafsu, langsung menyusul kedalam kamar NA.

Disinilah Suep merayu dan mengajak adik iparnya berhubungan intim, namun NA sempat menolaknya. Dengan iming iming uang 500 Ribu, NA akhirnya mau melayani nafsu sahwat Suep.

Hingga akhirnya perselingkuhan keduanya terbongkar setelah YM (Isteri sah Suep) menemukan kondom bekas di selokan parit dekat kamar NA. 

Suep pun akhirnya dilaporkan ke Polisi oleh ayah mertuanya atas perkara Persetubuhan anak dibawah Umur. Seup hanya bisa pasrah saat ditangkap Polisi dan di bawa ke Mapolres Prabumulih pada Jumat (19/9/2019) pukul 01.00 WIB.

Dihadapan Polisi, Suep mengaku nekat melakukan perbuatan itu karena terpancing syahwat melihat adik iparnya mengenakan baju seksi.

"Dak tahan aku sering lihat dia seksi pake Legging dan celana pendek. Lalu malam itu aku ajak berhubungan tapi dia nolak. Kemudian aku rayu-rayu dengan iming-iming uang Rp 500 ribu dan diapun mau. Setelah berhubungan, adik ipar saya menagih uang tersebut dan saya berikan,"katanya.

Suep menyebutkan, hubungan intim itu pertama kali tanggal 12 juni 2019 pukul 01.00 WIB. Kemudian berlanjut pada 16 dan 20 Juni 2019, pukul 01.00 WIB. Dan terkahir 20 Juni 2019 pukul 02.00 WIB. 

"Setiap melakukan hubungan intim adik ipar saya itu saya kasih uang Rp 400 - 500 ribu. Diapun tidak pernah marah dan menolak setiap kali diajak berhubungan," ujarnya.

Sementara, Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SIk MH, didampingi Wakapolres Kompol Harris Batara SIk, Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH dalam press release Senin (30/9/2019) menjelaskan, pelaku ditangkap atas kasus pencabulan anak dibawah umur.

"Terduga mengaku telah tiga kali melakukan hal itu dengan adik iparnya. Dari hasil visum ET Repertum rumah sakit, diketahui terdapat luka robek selaput perawan. Akibat perbuatan itu, tersangka kita kenakan pasal KUHPidana UU 81 Nomor 35 tahun 2014 persetubuhan dibawah umur dengan ancaman 15 tahun penjara," tegas Kapolres. (Ad)

Tidak ada komentar