Weather (state,county)

Breaking News

Ujian Kompetensi PHL Di Anulir ??, Ridho : Kita Cari Solusi Agar Yang Tidak Lulus Tetap Diperpanjang



PRABUMULIH , SRINE--Pegawai Harian Lepas (PHL) Kota Prabumulih saat  ini berjumlah 4 ribu lebih, hal ini dianggap telah menambah gemuk fostur APBD Prabumulih sehingga beban anggaran bertambah berat.

Namun disisi lain  entah alasan politis, sehingga suara para PHL ini diperlukan dalam pilkada dan akhirnya mereka diterima sebagai pegawai yang menyandang gelar harian lepas.

Jadi dengan kata lain, Pemkot Prabumulih
Juga mungkin serba salah dengan kondisi ini. Jika dipangkas, gaji PHL bisa dinaikkan namun tentu saja akan menambah angka pengangguran di kota nenas.

Akhirnya Pemerintah Kota Prabumulih dibawah kepemimpinan Ridho Yahya - Andriansyah Fikri mengambil kebijakan
untuk mengurangi jumlah Pegawai Harian Lepas (PHL).

Alhasil, pada 7 Desember 2019 lalu, para PHL diwajibkan mengikuti Ujian Kompetensi . Pengumuman hasilnya pun beberapa kali ditunda,  hal ini kian dibawa kemana-mana . Tadinya akan di umumkan pada 20 Desember 2019 lalu, namun pengumuman baru bisa ditempel pada Jumat (3/1/2020) lalu, sebanyak 822 PHL dinyatakan tidak lulus.

Isu PHL menjadi bola panas, pro dan kontra pun berdatangan. Apalagi diantara yang tidak lulus banyak yang sudah bekerja puluhan tahun.

" Nantinya PHL hanya tersisa sekitar 2 ribuan, PHL  tidak seluruhnya bekerja baik dan disiplin. Makanya, harus dikurangi ketimbang membebani anggaran tiap tahunnya,” tegas Kepala BKPSDM, Beny Rizal SH MH kepada awak media, Kamis  (19/12/2019) lalu.

Setelah pengumuman masalah PHL tidak berhenti begitu saja, malahan menjadi perbincangan hangat di medsos.
Ratusan PHL yang tidak lulus berusaha mencari jalan bagaimana caranya agar bisa diterima kembali, bahkan ada beberapa yang membawa permasalahan ini ke wakil rakyat terhormat.

Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya pun turun tangan. Orang nomor satu kota Nenas ini berusaha memecah kebuntuan masalah ini dengan tujuan mencari solusi bagaimana caranya  SK PHL di perpanjang dan artinya PHL tidak jadi dipangkas.

"Kami tidak mungkin diam saja, apalagi ini terkait Pengangguran. Selagi Saya Menjadi Kepala Daerah, pasti saya cari jalan terbaik", kata Ridho .usai rapat pertemuan bersama Bank BRI di lantai 1, Senin (06/01/2019).

Suami Suryanti Ngesti Rahayu ini seolah membuat sepertinya ujian kompetensi PHL tidak bedaya. Karena Ridho membuka celah bagi PHL yang tidak lulus untuk tetap dipekerjakan alias di perpanjang SK nya kembali.

" Perpanjang SK kita upayakan, namun dibalik itu ada persyaratan dan pertimbangan yang diberlakukan. Agar mereka sadar dan kedepan tidak meremehkan tugas PHL Bekerjalah dengan baik ,  kedepan kan disiplin. Jangan coba coba berpolitik," ujar Ridho

usai rapat pertemuan bersama Bank BRI di lantai 1, Senin (06/01/2019).
Kondisi saat ini, Ridho melihat tidak mungkin bisa menaikkan gaji PHL. Tadinya anggaran PHL yang tidak lulus akan dialihkan bagi peningkatan kesejahteraan PHL yang lulus.

" Karena angka pengangguran akan datang dari PHL yang tidak lulus",tutupnya.

Sekarang  sepertinya Ujian Kompetensi PHL menjadi ngambang. Apakah dianulir ataukah masih bisa berlaku. Semoga hal ini dapat kita petik menjadi pembelajaran bagi kita.karena niat baik pemkot Prabumulih tidak mungkin mengorbankan  yang lain, karena PHL yang tidak lulus juga punya keluarga.
Pemkot juga tidak perlu malu menarik kembali kebijakannya jika akan menimbulkan kegaduhan dan masalah baru nantinya.(01)

Tidak ada komentar