Header Ads

Warga Sesalkan Dana PIP Di Sungai Rotan Tak Kunjung Cair

Muara Enim, SRINE-- Demi peningkatan mutu pendidikan yang lebih baik , pemerintah memproduksi berbagai program seperti,  Program Indonesia Pintar (PIP), program bantuan dana dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP).

PIP merupakan instrumen pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (6-21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera, dan peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

Program kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial dan Kementerian Agama ini juga memprioritaskan bagi anak usia sekolah yang termasuk yatim piatu, penyandang disabilitas, serta korban bencana/musibah.

PIP juga diluncurkan untuk membantu anak-anak usia sekolah agar tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur pendidikan formal maupun non formal.

Bantuan yang akan diterima yakni berupa dana dengan besaran yang telah ditentukan sesuai tingkatan pendidikan sebagai berikut :

Peserta didik SD/MI/Paket A mendapatkan Rp450.000,-/tahun;

Peserta didik SMP/MTs/Paket B mendapatkan Rp750.000,-/tahun;

Peserta didik SMA/SMK/MA/Paket C mendapatkan Rp1.000.000,-/tahun

Pemanfaatan PIP ini juga tidak hanya diperuntukkan bagi pemilik Kartu Indonesia Pintar (KIP) saja, melainkan pemilik Kartu Keluarga Sejahtera pun bisa memanfaatkannya.

Hanya saja dua tahun belakangan yakni sejak 2018, dana bantuan PIP ke setiap sekolah penerima dana tampak kesulitan dalam mencairkan dana bantuan tersebut. Sebut saja di Sekolah MI Sukaramai Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan.

Orang tua siswa dari kalangan tak mampu mulai mengeluhkan dana PIP yang tak cair bahkan diantara mereka banyak yang cemas kalau-kalau dana tersebut tidak lagi digulirkan. Senada dengan orang tua siswa, pihak berwenang disekolah MI saat dikonfirmasi juga tidak mengetahui secara pasti apa penyebab dana PIP tak kunjung cair selama tiga tahun.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin pak menindaklanjuti keterlambatan pencairan dana PIP ini ke Kemenag Muara Enim. Karena sekolah ini dibawah naungan Kemenag, kami minta konformasi ke sana. Katanya sekolah kita tidak lagi dapat kuota. Sudah dua tahun ini pak kita tidak dapat" ujarnya.

Ditempat terpisah, Rian Yohuari pengamat pendidikan sekaligus orang tua siswa mengaku sangat menyesalkan dana PIP di wilayahnya Kecamatan Sungai Rotan tidak kunjung cair.

Sejauh ini lanjut dia, dana PIP dapat meningkatkan akses bagi anak usia 6 hingga 21 tahun di wilayah tersebut untuk mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah. Selain itu, untuk mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah karena terkendala biaya.

Mengingat bantuan dana PIP diberikan kepada siswa miskin dan rentan miskin, atau siswa yang berada di panti asuhan. Dana PIP digunakan untuk membiayai kebutuhan individu siswa guna mendukung proses pendidikannya.

“Bantuan dana PIP sangat membantu siswa miskin atau rentan miskin dalam mendapatkan layanan pendidikan. Kami berharap program tersebut dapat terus dijalankan. Namun jika pencairannya di setop seperti saat ini, ditakutkan banyak siswa yang kembali putus sekolah karena ketidak mampuan warga disini untuk menyekolahkan anak-anaknya. Sekali lagi kami selaku warga memohon kepada Instansi terkait untuk segera mencairkan dana PIP sejak 2018 demi kemajuan pendidikan di daerah pedalaman" tegasnya.




Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.