Header Ads

Lewat Vidcon Deru Sebut Kasus Positif Prabumulih Bukan Transmisi Lokal, Ridho : Zona Merah Itu Hanya Asumsi Yang Diskrimatif

Prabumulih,SRINE-- Kasus positif Covid -19 di sumatera selatan yang saat ini telah mencapai di angka 54 orang terkonfirmasi , per-tanggal 17 April 2020, berbagai stigma negatif masyarakat bermunculan .informasi ini cepat menyebar melalui medsos dan sedikit banyak menuai polemik dan menumbuhkan rasa takut yang berlebihan,


Bahkan hal ini bisa memicu  diskriminasi yang menimbulkan gejolak bila masyarakat gagal paham dalam menanggapinya. Apalagi jika kepala daerah tidak bisa meredam dengan memberikan informasi yang benar.


“ Tadi kami telah melaporkan ke Gubernur Sumatera Selatan tentang perkembangan Covid-19 ini,  untuk Prabumulih sampai dengan saat ini kasus ODP nya berjumlah 110 orang, selesai pemantauan 60. yang PDP 8 orang, yang terkonfirmasi POSITIF ada 5 orang, yang meninggal 1 orang, sedangkan yang 3 orang sedang dirawat RSUD Palembang, yang 1 nya lagi tengah dilakukan isolasi mandiri, untuk ODP yang kontak langsung dengan korban sebelumnya tidak semuanya dinyatakan Positif, ada juga yang statusnya Negatif tapi saat ini sudah melakukan isolasi mandiri agar masyarakat juga tenang.” beber Ridho usai Teleconferen seluruh Kepala Daerah Kabupaten/Kota dengan Gubernur Sumsel
, Jumat (17/04/2020) .


Status zona merah Prabumulih yang diungkap Gubernur Sumsel dan didengar semua Kepala Daerah saat Teleconferen kata Ridho itu tidak benar, karena  hal itu harus mengajukan ke Gubernur terlebih dahulu.


" Jadi harus ada SK (Surat Ketetapannya-red). Kota Prabumulih zona merah hanya asumsi belaka, lantaran kasus positif kita bukan transmisi lokal. Untuk penambahnan 5 kasus itukan dari Sukabumi, dan sudah dirawat di RS Bhayangkara Palembang. Kami juga sudah meminta pak Kapolda agar jangan dipulangkan dahulu sebelum negatif, Alhamdulillah sudah ditanggapi" tegasnya.

Lebih jauh Ridho berharap agar media dapat memberikan informasi yang benar  sehingga bisa menghadirkan kenyamanan di masyarakat.

" Kasihan juga masyarakat Prabumulih banyak tidak bisa kerja dan mencari nafkah ke kabupaten tetangga gara-gara status ini. Inikan diskriminasi , semoga semua pihak.mengerti dan tidak ada lagi kegaduhan di tengah masyarakat," harap Ridho.

Namun meskipun begitu, Ridho tetap meminta agar masyarakat waspada dan jangan menganggap enteng dengan mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat.

" Jaga jarak, j angan Lupa pakai masker, Sering cuci tangan dan jangan keluar rumah jika tidak perlu," pesan Ridho.


Senada dengan pernyataan Walikota Prabumulih, Gubernur Sumatera Selatan. H. Herman Deru saat memberikan pernyataan dalam sebuah video yang kami kutip dari youtube Tribun Sumsel, menyatakan kalau Zona Merah itu dapat di tentukan oleh kepala daerah masing-masing.

“Status Zona Merah itu karena adanya kasus positif yang terjadi disebabkan oleh transmisi lokal, dari orang ke orang lokal, dan Kota Prabumulih itu yang dapat menentukan wilayahnya Red Zone atau tidak itu walikotanya dengan adanya SK (Surat Ketetapan) yang di ajukan ke Provinsi.” tegas Herman Deru.

Sehubungan dengan meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Wilayah Sumsel, maka Gubernur Sumsel mengadakan Rapat Koordinasi melalui Video Conference kepada Bupati/Walikota Se Sumsel dalam penanganan pencegahan Covid-19 baik dari beberapa aspek dengan meningkatnya Positif Covid-19 di Prov Sumsel.

Herman Deru optimis Covid-19 ini bisa di sembuhkan jangan sampai masyarakat dihantui rasa ketakutan dan terganggu psikologis nya hal ini yang harus jadi perhatian kita semua agar bisa mencari solusinya supaya masyarakat kita merasa lebih tenang dan nyaman. Namun juga tetap menjaga kesehatan an tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan, jangan menganggap enteng wabah ini karena penyebarannya yang sangat cepat dan masive. Jaga keamanan, kenyaman dan ketentraman kota prabumulih, stop saling menghujat dan menjatuhkan karena hanya akan menambah keruh suasana.(Ad)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.