Header Ads

Daftar Ulang 252 Siswa Baru SMAN 7 Berjalan Lancar , Deris: Yang Diterima Semoga Bisa Mengharumkan Nama Sekolah



PRABUMULIH, SRINE-- Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). . Zonasi pendidikan ini dimaksudkan untuk percepatan pemerataan akses dan kualitas pendidikan nasional.

Begitu juga  PPDB di Kota Prabumulih, Sumsel. Di kota Nenas ini proses penerimaan siswa baru tahun 2020 ini berjalan  lancar.


Salah satu nya di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7 Prabumulih. Sekolah yang terletak di Jl Lingkar Timur, Kelurahan Muara Dua, Prabumulih Timur ini  pada hari ini Senin, (29/6/2020) menggelar pendaftaran ulang bagi siswa yang lulus.

" Berdasarkan kuota yang ditetapkan pihak propinsi ,SMAN 7 Prabumulih menerima 252 siswa baru ditahun 2020 ini yang diumumkan pada sabtu kemarin ," ungkap panitia PPDB SMAN 7 Prabumulih, Raden  Ibrahim ketika di konfirmasi, Senin (29/6)2020).

Dirinya bersyukur karena masalah usia yang sempat menghebohkan dunia pendidikan tanah air tidak terjadi di Prabumulih.

" Alhamdulillah tidak ada ribut-ribut masalah  usia seperti di Jakarta, karena rata-rata langsung melanjutkan, daftar ulang ini kita buka selama dua hari  yang dimulai hari ini," ujarnya.

Senada, Kepala SMAN 7 Prabumulih   M Aliyenah melalui Bagian  Humas , Deris menerangkan bahwa proses PPDB di sekolahnya melalui 3 pintu.yakni, jalur prestasi, zonasi dan tes potensi akademi (jalur tes jawab soal)

"  Untuk jalur prestasi sebanyak 20 persen, jalur zonasi 50 persen dan tes potensi akademi 30," terangnya.

Deris juga menyampaikan rasa syukurnya  karena proses PPDB di sekolahnya berjalan aman ,  lancar dan  sesuai ketentuan yang ada.

"  Alhamdulillah semua berjalan lancar. S ,. Bagi yang  belum diterima jangan berkecil hati , sebenarnya kami ingin semua diterima. Namun karena keterbatasan, Selamat datang bagi siswa baru, Semoga kedepan dapat membawa nama baik sekolah,"  harapnya.

Sementara itu terpisah, Anggota Dprd Prabumulih, Idham Tergun  berpendapat sesungguhnya tidak semua regulasi pemerintah pusat bisa diterapkan secara utuh didaerah, seperti peraturan terkait PPDB .

" Jalur zonasi di Jakarta bisa diterapkan untuk menghemat transportasi. Namun di Prabumulih tidak bisa. Seperti SMAN 5 di Gunung Kemala kan kecil,  penduduknya sedikit dan tidak ada tower (Signal). Jadi mana bisa daftar online diterapkan," ujar politisi senior Hanura Prabumulih ini.
Di sisi lain memang menurutnya, suatu formula tidak mungkin bisa memuaskan dan membuat nyaman  semua pihak  lantaran masing-masing orang terkadang punya muatan masing-masing.

" Selagi masih wajar dan tidak ada manipulasi data ya sah- sah saja. Kecuali ada kepentingan pribadi," katanya.
Namun anggota komisi III ini berharap agar kebijakan operasional SMA kembali diserahkan kepada Kabupaten atau Kota.

" Serahkan lah kembali ke daerah,  Karena mereka lebih tahu kondisi yang ada di daerah masing-masing," tegasnya.(ad)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.