Header Ads

Pemkot Prabumulih Gencar Sosialisasi kan Protokol Kesehatan Di Masa Kehidupan Normal Baru


PRABUMULIH, SRINE--Memasuki tatanan baru atau new normal, Pemerintah Kota Prabumulih terus gencar mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat dipusat-pusat keramaian saat beraktifitas.

Sosialisasi salah satunya diberikan kepada para pedagang pasar pagi yang berjualan disepanjang kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

Sosialisasi dilakukan dengan menggunakan mobil calling keliling Dinas Komunikasi dan Informasi (kominfo), maupun sosialisasi langsung kepada para pedagang.

Tak hanya sosialisasi, untuk mendeteksi penyebaran virus corona atau covid 19, Pemerintah Kota Prabumulih juga melakukan rapid test terhadap para pedagang pasar pagi. Rapid test dilakukan subuh tadi, Rabu (17/6) sekitar pukul 05.00 wib.

Kegiatan ini dipimpin langsung Sekda Kota Prabumulih, Elman, bersama Staf Ahli bidang Pemerintahan, Mulyadi Musa, Kepala Dinas Kesehatan, dr Happy Tedjo dan Kepala Dinas Perhubungan, Martodi.

Sekda Kota Pabumulih, Elman mengatakan Pemerintah tidak henti-hentinya menghimbau masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dalam beraktifitas selama new normal berlangsung.

"Sebagai antisipasi penyebaran virus covid 19 ini, kita lakukan rapid test kepada para pedagang secara acak," ujarnya.

Rapid test, kata Elman, tak hanya dilakukan di pasar saja. Tapi juga akan dilakukan ditempat keramaian lainnya seperti pertokoan, Mall juga perkantoran.

"Mudah-mudahan dengan rapid test ini kesadaran masyarakat meningkat lagi begitupun juga kedisiplinan. Karena virus jni bisa mengenai kita dimana saja dan kapan saja," ungkapnya.

Hasil rapid testnya sendiri, lanjut Elman, akan dikeluarkan secepatnya setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan. "Mudah-mudahan masyarakat Prabumulih tidak terkena virus ini dan inilah cara Pemerintah mengantisipasinya dengan rapid test," terang Elman.

Lebih jauh, Elman berharap masyarakat dan para pedagang tetap mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan serta menjaga jarak.

"Karena ini untuk masyarakat, keluarga dan teman-teman sendiri. Kalau terpapar kan meraka juga yang rugi," bebernya.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.