Weather (state,county)

Breaking News

PSBB Berlanjut Atau New Normal, Ridho: Semua Tergantung Masyarakat Prabumulih

PRABUMULIH, SRINE-  PSBB Kota Prabumulih akan berakhir pada 9 Juni 2020 mendatang. Artinya kebijakan yang akan ditempu Pemkot Prabumulih antara melanjutkan PSBB atau menuju New Normal ( Kehidupan Normal Baru).

Sebagian kabupaten/kota di Bumi Pertiwi yang menerapkan PSBB terpaksa di perpanjang lantaran kurva pasien covid- 19  belum landai yang dipicu tidak disiplinnya masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Kembali ke Prabumulih,  pasien positif selama  PSBB masih stagnan bahkan cenderung menurun.

Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya  mengungkapkan bahwa pasien positif dari 33 orang kembali menjadi 21 orang, mengingat  kata dia,sudah beberapa orang yang sudah bisa berkumpul dengan keluarga setelah dinyatakan sembuh.

" Penambahan 3 orang masih klaster lama. Malah ada beberapa pasien yang sudah satu bulan lebih dirawat belum bisa pulang karena menunggu hasilnya. Di Palembang antri dengan daerah lain , Jadi lama , kasihan kan . atau biar nanti diobati di Prabumulih saja, " kata Ridho saat Konferensi Pers Gugus Tugas Kota Prabumulih bersama awak media di lantai 1 Pemkot Prabumulih, Selasa (2/06/2020).

Dua hal positif yang bisa diambil dari hadir nya PSBB di Prabumulih  adalah :Truk besar yang selama ini dilarang meskipun telah diterbitkan Perwako sering membandel , selama PSBB tidak bisa lewat jalan protokol.

 Selanjutnya , Tidak ada lagi kemacetan  di Pasar Tradisional Modern yang selama ini dikeluhkan para Pejabat yang lewat Prabumulih .

" Dalam kondisi apapun seorang pemimpin wajib melakukan terobosan. Ini menyelam sambil minum air. Namun tujuan PSBB tetap memutus mata rantai covid-19 ," terangnya.

 Meskipun terlalu dini menilai, PSBB Prabumulih di anggap berhasil jika dilihat dari kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan dan sepinya kota Prabumulih lantaran masyarakatnya tidak keluar rumah jika tidak perlu.

" Kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seperti: jaga jarak dan pakai masker dapat menjadi modal jika Prabumulih mau menuju New Normal, Saya rasa semangat warga Prabumulih besar untuk kehidupan normal , " lanjut Ridho.

Terkait kehidupan baru atau normal baru, adik kandung Wagub Sumsel, Mawardi Yahya ini menjelaskan jika Prabumulih mau menuju nya harus memenuhi persyaratan penurunan kurva pasien positif covid-19 dan berhasil tidaknya PSBB.

" Jadi semua tergantung masyarakat. Jika masyarakat disiplin otomatis kurva menurun dan tingkat pelanggaran PSBB minim, itu juga jadi bahan evaluasi," tuturnya.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memprediksi jika covid - 19 berlangsung agak lama karena hingga kini belum ada vaksin yang ditemukan sebagai obat covid-19.

Untuk itu,  banyak para pemimpin dunia memproklamirkan berdamai dan hidup berdampingan dengan covid-19.

" Artinya kesehatan jalan dan roda perekonomian juga harus digerakkan. Kita hidup seperti biasa namun  disiplin menjalankan protokol kesehatan, itu harus dimulai dari diri kita sendiri, selagi kita berprilaku hidup sehat, mudah-mudahan kita terhindar dari korona, " tegasnya.

Lebih jauh Ridho menuturkan, bahwa cepat atau lambat kehidupan baru pasti diterapkan di Prabumulih. Untuk itu pihaknya mempersiapkan diri dan akan mengundang  Tokoh Agama, pengusaha restoran guna melihat keseriusan semua elemen masyarakat Prabumulih.

" Makanya Pemkot akan terlebih dahulu memberi contoh penerapkan protokol kesehatan. Jika sekolah,  dan restoran siap  harus menyiapkan bangku yang jaga jarak, cuci tangan, pakai masker. Masjid juga ada jarak tiap sap nya dan tempat cuci tangan. Nanti ada tim yang mengawasi, jika menuhi syarat kita jalankan, " ucap nya.

Sementara itu, Asisten1 Prabumulih Aris Priadi menerangkan bahwa salah satu kunci keberhasilan PSBB adalah jaga jarak fisik dan pakai masker.

Sebanyak 425 pedagang yang terdiri dari agen, pengepul dan pengecer  yang ada di nilai tidak mungkin menjaga jarak.

" Jika PKL dipertahankan di PTM, PSBB dipastikan gagal. Sekarang  lebih separuh PKL sudah dipindahkan, Semoga yang lain menyusul. Apalagi di terminal sudah ada penerangan, WC dan gratis. Sekarang parkir tidak sembraut lagi. Kedepan akan kita carikan tempat PKL yang resmi," tandas Aris. (Ad)

Tidak ada komentar