LPG 3 Kg di Muara Nilau Tembus Rp50 Ribu, Selisih hingga Rp30 Ribu dari HET
Sriwijayanews.—(Musi Rawas) – Harga elpiji 3 kilogram (Kg) di Desa Muara Nilau, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas dilaporkan melonjak tajam dalam hampir satu bulan terakhir. Di tingkat eceran, harga gas bersubsidi tersebut mencapai Rp45.000 hingga Rp50.000 per tabung.
Jika merujuk pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang umumnya berada di kisaran Rp18.500–Rp20.000 per tabung di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Selatan, maka terjadi selisih harga antara Rp25.000 hingga Rp30.000 per tabung.
Artinya, masyarakat harus membayar lebih dari dua kali lipat harga yang seharusnya.
“Sudah hampir satu bulan ini harganya tinggi. Kalau ada pun, mahal. Padahal ini kebutuhan utama rumah tangga,” ungkap salah seorang warga (26/02/2026).
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait pengawasan distribusi LPG subsidi di wilayah tersebut. Sebab, LPG 3 Kg merupakan komoditas subsidi negara yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, dan penetapan HET berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten/kota.
Lonjakan harga yang berlangsung cukup lama dinilai tidak lagi bersifat fluktuasi sesaat, melainkan sudah berdampak sistemik terhadap daya beli masyarakat. Selain rumah tangga, pelaku usaha mikro seperti pedagang gorengan dan warung makan kecil turut terdampak karena kenaikan biaya operasional.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Musi Rawas masih akan dikonfirmasi terkait langkah pengawasan serta kemungkinan adanya kendala distribusi di tingkat pangkalan maupun pengecer. Konfirmasi juga akan diajukan kepada pihak agen dan perwakilan PT Pertamina (Persero) untuk memastikan tidak terjadi gangguan pasokan.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pengecekan lapangan guna memastikan distribusi berjalan normal dan harga kembali sesuai ketentuan. Sebab, jika dibiarkan berlarut, lonjakan harga LPG 3 Kg berpotensi semakin menekan ekonomi masyarakat kecil.

Posting Komentar