Reses Anggota DPRD Sumsel Dapil VI di Prabumulih, Serap Aspirasi Warga Dari Ruang Kelas Hingga Infrastruktur Desa
SRIWIJAYA NEWS | Prabumulih – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Muara Enim, Prabumulih dan PALI menggelar reses Sidang V Tahun 2026 di tiga titik diwilayah Prabumulih yakni, SMKN 2 , Desa Tanjung Menang dan Sinar Rambang .
Anggota DPRD Sumsel Dapil VI yang terdiri dari H Ahmad Palo (PPP), Muhammad Candra (PKB), Mohd Muaz Ar-Riqky (PKS), Hj Lury Elza Alex Noerdin (Golkar), H Ganjar Iman (NasDem) dan Ismail Hairulpala (Demokrat) ini awalnya reses di SMKN 2 Prabumulih, Tanjung Raman, Kelurahan Prabumulih Selatan, Senin (16/2/2026).
Reses ini menjadi momentum para legislator Sumsel dapil VI yang diisi oleh tiga wakil asal Prabumulih ,yakni , Ahmad Palo, Muaz dan Ganjar Iman untuk berbuat bagi masyarakat di daerah pemilihannya meskipun tahun politik 2029 masih jauh.
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB tersebut dihadiri Camat Prabumulih Selatan, Lurah Tanjung Raman, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta siswa-siswi SMKN 2 Prabumulih.
Kepala SMKN 2 Prabumulih, Muhamad Zulkarnain mengungkapkan, bahwa kapasitas sekolah dengan jumlah 1.044 siswa ini tidak sebanding dengan jumlah ruang belajar yang ada.
“Kami butuh lima ruang kelas baru. Saat ini beberapa kelas masih berbagi dengan laboratorium sehingga proses belajar harus bergantian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jurusan unggulan di SMKN 2 meliputi teknik sepeda motor, printing dan tata boga. Namun untuk jurusan Teknik Sepeda Motor, khususnya praktik motor listrik, masih minim peralatan.
“Peralatan praktik banyak yang sudah tertinggal. Kendaraan sekarang sudah mengarah ke elektrik. Kami berharap ada dukungan peralatan yang lebih modern, seperti mobil listrik” tambahnya.
Selain itu, pihak sekolah juga mengusulkan rehabilitasi lapangan sekolah, penyelesaian pagar sekolah yang baru sekitar 60 persen, serta pengaspalan jalan lingkungan.
Bahkan ke depan, SMKN 2 diharapkan bisa dikembangkan menjadi SMK berbasis wisata.
Dewan Dorong Inovasi dan Skala Prioritas
Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota Komisi 2 DPRD Provinsi Sumsel , Ahmad Palo menyebut kekurangan lima ruang kelas masih memungkinkan untuk diperjuangkan, apalagi kata dia hadir juga anggota dewan dari komisi yang membidangi infrastruktur.
“Dengan jumlah 1.044 siswa, kreativitas dan inovasi sangat penting. Dunia kerja sudah beriringan dengan kemajuan teknologi. SMK juga harus lebih inovatif dalam menjalin kerja sama dengan perusahaan maupun BUMD,” katanya sambil menegaskan peralatan praktik perlu diperbarui agar lulusan siap bersaing di dunia kerja.
Katanya , APBD Sumsel Tahun 2026 mengalami pemotongan sekitar Rp1,7 triliun dari Rp.11,3 triliun menjadi Rp.9,7 triliun.
" Namun tidak semua usulan dapat dipenuhi, sehingga akan dipilah berdasarkan skala prioritas.
“Untuk pendidikan, tidak bisa ditawar. Sekitar 20 persen anggaran memang dialokasikan untuk pendidikan sesuai ketentuan,” ujar Palo.
Reses dilanjutkan pukul 13.00–15.00 WIB di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Prabumulih Selatan melalui Kepala desa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Dapil VI, di antaranya:Pembukaan jalan 5 KM dari Tj .Menang ke Kemang Tanduk , Drainase sekitar 14 KM dan Normalisasi sungai.
Kades Sinar Rambang, Indarqo, menyampaikan kebutuhan mendesak masyarakat yang tidak dapat diakomodir melalui Dana Desa, di antaranya persoalan air bersih dan mahalnya harga pupuk.
“Kesulitan air bersih karena wilayah desa terdapat batubara dan pengeboran. Jadi tidak ada jalan lain Kami minta PDAM masuk ke desa. Selain itu, pupuk sawit dan karet mahal, harap ada subsidi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kades Karya Mulya, Miril Piracha, meminta pembangunan jalan lintas wisata menuju desanya diperbaiki. Sedangkan Kades Kemang Tanduk, Adi Darminto, mengusulkan peningkatan anggaran program bangun Rp100 juta per desa serta percepatan waktu pelaksanaannya.
Menanggapi hal tersebut, Palo menyatakan sepanjang menjadi kewenangan provinsi akan diperjuangkan.Ketua DPW PPP Sumsel ini menilai secara keseluruhan permintaan mendesak warga adalah masalah infrastruktur yang termasuk didalamnya jalan wisata yang diusulkan kades Karya Mulya yang kini menjadi wewenang Pemkot Prabumulih.
" Nanti kita dorong Pemkot Prabumulih untuk mewujudkannya, Diluar itu , sinar rambang masalah air bersih yang sudah diupayakan melalui sumur bor .namun tidak ada jalan lain harus PDAM.Ini kewenangan daerah dan kita kan bicarakan dengan walikota Prabumulih untuk mencari solusinya," tegasnya.
Sementara itu, Mohd Muaz Ar-Rizky dari Komisi V yang membidangi kesejahteraan rakyat menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama.
" Sekarang untuk masyarakat Sumsel bisa berobat hannya pakai KTP lewat Program" Berkat" .dan untuk bidang Pendidikan ada program PIP tanpa potongan, jika ada potong laporkan ," tegasnya .
.jpg)


Posting Komentar