Dinilai Memberatkan, Proyek P5 SMAN 2 Kayu Agung Disorot Warga
Sriwijayanews,(OKI), — Kebijakan pembebanan biaya kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMA Negeri 2 Kayu Agung menuai sorotan dari sejumlah orang tua siswa. Pasalnya, biaya yang ditetapkan mencapai Rp850.000 per siswa, yang dinilai cukup besar dan memberatkan.
Sejumlah wali murid mengaku keberatan dengan nominal tersebut, mengingat kegiatan P5 merupakan bagian dari pembelajaran wajib dalam kurikulum sekolah.
“Kami tidak menolak kegiatan sekolah, tetapi kalau biayanya sebesar itu tentu sangat memberatkan, apalagi kondisi ekonomi setiap orang tua berbeda,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
P5 Bagian dari Pembelajaran
Sebagaimana diketahui, P5 merupakan program dalam Kurikulum Merdeka yang bertujuan membentuk karakter siswa melalui kegiatan berbasis proyek. Kegiatan ini termasuk dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Namun demikian, pembebanan biaya kepada siswa menjadi perhatian, terutama jika bersifat wajib dan ditentukan nominalnya.
Mengacu pada aturan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, komite sekolah tidak diperkenankan melakukan pungutan kepada peserta didik.
Selain itu, pembiayaan kegiatan pembelajaran pada dasarnya dapat didukung melalui dana operasional sekolah seperti BOS.
Perbedaan antara sumbangan sukarela dan pungutan wajib juga menjadi hal penting. Jika biaya ditetapkan dengan nominal tertentu dan harus dibayar oleh seluruh siswa, maka hal tersebut berpotensi masuk kategori pungutan.
Orang tua siswa berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait penggunaan dana serta mempertimbangkan kembali besaran biaya yang dibebankan kepada siswa.
“Kami berharap ada kebijakan yang lebih bijak agar semua siswa bisa ikut tanpa terbebani,” ungkap wali murid lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah diharapkan dapat memberikan klarifikasi resmi terkait kebijakan tersebut, termasuk dasar penetapan biaya dan mekanisme pelaksanaannya.(syafiq).

Posting Komentar