Bupati Edison: Nilai Ganti Rugi Flyover Ditentukan KJPP, Tak Bisa Diintervensi
SRIWIJAYA NEWS | MUARA ENIM — Bupati Muara Enim, Edison, menegaskan dirinya tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi penentuan nilai ganti rugi lahan dan bangunan warga yang terdampak proyek pembangunan flyover di Kabupaten Muara Enim.
Menurut Edison, proses penilaian dilakukan sepenuhnya oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen yang ditunjuk oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku pelaksana proyek.
"PT KAI menggunakan jasa penilai independen, yaitu KJPP. Mereka bekerja secara profesional dan tidak bisa diintervensi oleh pihak mana pun. Bahkan saya sebagai bupati juga tidak bisa mengintervensi," tegas Edison, Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan, besaran ganti rugi ditetapkan berdasarkan berbagai aspek teknis dan kondisi bangunan yang dinilai secara rinci. Karena itu, nilai ganti rugi setiap bangunan dapat berbeda meskipun berada di lokasi yang sama.
"Ada ratusan kriteria penilaian. Misalnya kualitas bangunan berbeda, ada yang menggunakan granit, ada yang memiliki WC duduk, dan ada pula yang WC jongkok. Semua itu menjadi bagian dari perhitungan," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya keberatan dari sejumlah warga yang menilai nilai ganti rugi yang ditawarkan belum sesuai dengan harapan mereka. Meski demikian, Edison menegaskan masyarakat tetap memiliki hak untuk mengajukan keberatan melalui mekanisme yang telah diatur.
"Kalau ada keberatan, silakan disampaikan kepada KJPP agar dapat dilakukan penilaian ulang sesuai dengan keberatan masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, Edison menjelaskan bahwa apabila proses musyawarah tidak menghasilkan kesepakatan, penyelesaian dapat dilakukan melalui mekanisme konsinyasi atau penitipan uang ganti rugi di pengadilan. Dengan mekanisme tersebut, proyek strategis pembangunan flyover tetap dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kalau sudah mentok dan tidak ada kesepakatan, nanti uang ganti rugi dititipkan ke pengadilan. Pembangunan tetap berjalan karena memang demikian mekanismenya," pungkasnya.

Posting Komentar