Diduga Terlibat Sindikat Pencurian Minyak, Tiga Orang Ditangkap di Prabumulih
SRIWIJAYA NEWS | PRABUMULIH – Tim gabungan pengamanan Pertamina EP (PEP) Field Prabumulih bersama Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 dan aparat penegak hukum berhasil menggagalkan dugaan aksi pencurian minyak melalui praktik illegal tapping atau penyadapan ilegal pada jalur pipa minyak di wilayah kerja Prabumulih Field.
Dalam operasi tersebut, tiga orang terduga pelaku diamankan di kawasan Jalan Nias, Kecamatan Prabumulih Timur, pada Selasa (20/10/2026) malam.
Berdasarkan hasil pengembangan awal, ketiganya diduga memiliki keterkaitan dengan aksi illegal tapping di empat titik wilayah kerja Adera Field serta sejumlah jalur pipa minyak di wilayah Jambi.
Dari operasi tersebut, tim gabungan turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyadapan ilegal. Barang bukti tersebut meliputi satu unit mobil pikap, satu unit sepeda motor, selang sepanjang sekitar 100 meter, clamp dan kerangan pipa, bor listrik, pasak, serta sejumlah kunci.
Selain mengamankan para terduga pelaku, tim gabungan juga berhasil menggagalkan dugaan rencana pencurian minyak di jalur PPP–KM 3 Plaju yang berada di wilayah kerja Prabumulih Field.
Officer PEP Field Prabumulih, Taufiq, menyampaikan bahwa ketiga terduga pelaku beserta barang bukti telah diserahkan kepada Polsek Tanah Abang, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian kini masih melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Informasi mengenai dugaan jaringan lintas wilayah, termasuk pihak-pihak yang disebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), juga diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.
Pengembangan kasus ini diharapkan dapat mengungkap secara menyeluruh dugaan jaringan pencurian minyak serta menindak pihak-pihak yang terbukti terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga saat ini, perkara tersebut masih dalam proses pengembangan kepolisian. Status hukum para terduga pelaku tetap mengacu pada hasil pemeriksaan dan proses hukum yang berjalan.
Pengamanan jalur pipa dan aset minyak dan gas bumi (migas) menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keamanan operasional serta mendukung keberlangsungan pasokan energi nasional.

Posting Komentar