Header Ads

Pendidikan Pemberantasan Korupsi atau Anti Korupsi Bakal Masuk Kurikulum

Kayuagung, SRINE --Kepala Dinas Pendidikan OKI H Masherdata Musa’i melalui Kabid Pembina SMP, Dedi Rusdianto mengatakan, bahwa untuk lebih meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai kejujuran pada siswa didik, saat ini kian menjadi poin tersendiri bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (Disdik OKI).

Sehingga pada Selasa (23/10/2018) kemarin, sebanyak 60 orang peserta dari pengembang kurikulum SD dan SMP, mengikuti kegiatan penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS) SD dan SMP tingkat Kabupaten OKI, yang digelar di Aula Kantor Disdik OKI.

Menurut Dedi, nantinya hasil dari pelatihan tersebut diharapkan dapat diimplementasikan ke rekan-rekan sekolah. Dan untuk tahun ini, pada silabus dimasukan kurikulum anti korupsi pembelajaran pemberantasan korupsi.

" Pentingnya untuk menjadikan pendidikan pemberantasan korupsi atau anti korupsi sebagai materi pembelajaran khususnya pada kurikulum di sekolah. Karena sesuai dengan peraturan menteri, yakni tentang kerjasama dengan KPK sejak tahun 2010, dan sekarang baru dilaksanaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid TK/SD, Romli SPd melalui H Tarmudik Ahmad selaku Kasi Kurikulum SD mengatakan, yang menjadi dasar penguatan dan pendidikan karakter merupakan salah satu yang ingin dikembangkan pada siswa adalah kejujuran.

“Jadi yang menjadi tujuan pendidikan pemberantasan korupsi atau anti korupsi sebagai materi pembelajaran, untuk mengintegrasikan karakter kejujuran dalam pembelajaran di sekolah. Seperti halnya dilarang mencontek ataupun kejujuran saat siswa belanja di kantin,” kata Tarmudik.

Selain itu pula, dia menambahkan, kegiatan ini bertujuan memfasilitasi satuan pendidikan untuk menyiapkan dokumen kurikulum yang riil, baik dan benar serta memberikan wawasan pemahaman dan keterampilan tentang prosedur dan tehnis pengembangan kurikulum dalam menyusun dokumen I, II dan III KTSP.

“Kegiatan menerapkan andragogy meliputi diskusi, kerja kelompok presentasi dan metode atau tehnik lain yang relevan, sehingga diharapkan proses kegiatan dapat dicapai secara efektif dan efisien,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.