Header Ads

Warga Kepur Nilai PT GGP Tabrak Keputusan Gubernur dan Bupati Muara


Muara Enim, SRINE -Sebagai pihak  yang bergerak pada bidang pengoperasian angkutan truk batubara,PT GPP masih terlihat melenggang melintas di jalan umum.

Padahal diketahui sudah ada keputusan tegas dari Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru maupun Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani MM, melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Muara Enim beberapa waktu lalu.

Masyarakat diwilayah Desa Kepur Muara Enim maupun warga lainnya yakni Febri, Eko dan Edi salah satu gabungan masyarakat dan Forum Geram Muara Enim, kepada media ini menjelaskan meskipun ada keputusan tegas terkait dilarangnya angkutan truk batu bara melintas dijalan umum itu, Namun pihak PT GPP masih melenggang melintas, walaupun sekarang ini mereka berkonvoi terpantau mengatur waktu.

“Kami sangat kecewa kepada pihak terkait yang sepertinya membiarkan lagi PT GPP, yang beroprasi melintasi jalan umum, jika terus dibiarkan jangan disalahkan  nantinya masyarakat jika mengadakan aksi protes lagi seperti yang dilakukan waktu itu,” kata mereka.

Dikatakannya, pihak PT GPP diduga telah memanipulasi data terkait kepemilikan izin melintas  dipintu PT KAI dengan dalih resmi melintas dijalan umum.

“Kita akan pertanyakan lagi dan siap menggelar aksi protes karena peraturan harus kita tegakkan,dan jangan sampai ada permainan segelintir orang,” teriak warga Kepur dan sekitarnya.

Terkait dugaan pihak PT KAI yang mengizinkan PT GPP melintas melalui pintu perlintasan KA,  Fathul, salah seorang Staf Distrik bagian perawatan jalur Rel kereta api, serta hanya berwenang memasang pintu perlintasan KA, Pihaknya justru terkejut jika ada kaitan mengizinkan PT GPP beroprasi mengangkut batu bara yang melintas dijalur KAI

” Kita tidak merasa mengizinkan pak, Memang pernah pihak PT GPP mendatangi kantor kami namun hal itu tidak kami respon, karena tupoksi kami wewenangnya merawat,dan membangun jalur Rel,” terang Fathul ,pada (28/06).

Hal senada juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Kabupaten Muara Enim Riswandar, pihaknua tetap tegaskan bahwa pengoperasian angkutan truk batu bara dilarang melintas dijalan umum.

” Silahkan buat laporan dan nanti kita proses jika PT GPP masih membandel,” ungkapnya.

“Pihak Dishub tidak pernah mengizinkan pengoprasian truk batu bara dari PT GPP, maskipun saya akui bahwa pihak PT GPP pernah mendatangi kantor Dishub ini,” ujar Riswandar diruang kerjanya.

Sementara terkait hal tersebut, pihak PT GPP Sinar Sumatera yang disebut-sebut selaku Manager lapangan yakni Andi, ketika dikonfirmasi Jumat (28/6) melalui Whashap, tidak membalas . (Edward)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.