Weather (state,county)

Breaking News

Tumpahan Minyak Cemari Sungai Kelekar Prabumulih

PRABUMULIH , SRINE - Tumpahan minyak mentah cemari sungai Kelekar wilayah Kebun Duren. Akibatnya sungai di Prabumulih ini berubah warna menjadi hitam. Sontak saja Warga sekitar aliran sungai tampak panik , Senin (27/1/2020).


Ternyata sungai ini telah tercemar tumpahan minyak mentah yang bersumber dari pipa bocor milik PT.Pertamina. Sejauh ini, tumpahan minyak belum mengaliri sumur warga. Namun ditakutkan jika tidak segera ditanggulangi ditakutkan tumpahan minyak akan mengaliri sumber air milik warga sekitar di Kelurahan Sukaraja Kota Praumulih.

"Sejauh ini belum ada Mas, di kawasan kita disini belum terlihat ada aliran sungai memasuki sumur warga. Namun begitu kita belum tahu kalau di kawasan hilir sungai ada atau tidaknya tumpahan minyak dari anak sungai memasuki sumur warga" ujar Indra (43) warga sekitar.

Dikatakan, jika tumpahan minyak tidak segera ditanggulangi ditakutkan dapat membahayakan warga di daerah aliran sungai. Terlebih lanjut dia disaat musim hujan seperti sekarang ini.

"Bahaya mas, apalagi sekarang ini musim penghujan. Jika tidak segera ditanggulangi bisa saja mencemari sumur warga" ujarnya.

Disingung sejak kapan air di Anak Sungai Kelekar berubah warna, Indra menduga tumpahan minyak sudah sejak semalam mencemari aliran anak Sungai Kelekar. "Kemarin belum dan baru pagi tadi kami melihat air di anak sungai berubah warna menjadi hitam pekat dan kental. Tumpahan minyak lanjut dia bahkan telah sampai ke Sungai Kelekar.

Menanggapi adanya pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak yang didiuga berasal dari pipa Pertamina, dibenarkan oleh Legal & relation Assisten Manager PT Pertamina asset 2
Tuti Dwi Patmayanti. Menurutnya,
tumpahan minyak tersebut disebabkan pecahnya pipa 6' yang merupakan jalur dari tlj ke P3.


" Memang benar ada limbah minyak yang mengalir di parit anak sungai kelekar yang di sebabkan oleh pecahnya  pipa 6' jalur dari Tlj ke P3. Sebenarnya volume yang tumpahan tidak terlalu banyak, namun karena habis hujan dan keadaan lokasi yang rawa berumput jadi sekilas terlihat  banyak, " terang Tuti ketika disambangi di kantornya, Senin (27/01/2019).




Menurutnya, permasalahan menyangkut limbah tersebut sudah diselesaikan. Pihaknya langsung menurunkan Tim  usai mendapatkan laporan dari warga. Namun, dirinya mengakui jika  belum ada warga yang mengajukan permintaan ganti rugi terkait kebocoran pipa minyak ini.


"Tadi begitu mendapat laporan warga, petugas LK3 langsung turun ke lokasi untuk menanggulangi hal tersebut di bantu warga setempat dan itu sudah bisa di Tanggulangin. Namun terkait ganti rugi, kami belum menerima laporan akan hal itu," jelas Tuti lebih lanjut.



Terpisah Lurah Kelurahan Sukaraja, Salwan Pebri,SH yang di hubungi via telpon membenarkan jika ada tumpahan minyak mentah di wilayah kelurahan Sukaraja.
"Iya memang tadi pagi ada minyak mentah mengalir di anak sungai kelekar, namun sudah bisa ditanggulangi.

Namun, kami berharap pihak pertamina melakukan tindakan - tindakan sehingga hal serupa tidak terjadi lagi kedepanya," ungkap Salwan.

 Salwan pun menghimbau kepada warga  apabila ada yang  dirugikan dari pencemaran limbah tersebut dapat menghubungi pihak RT RW untuk ditindak lanjuti.

Tidak ada komentar