Header Ads

Sumarno, Peternak Lebah Madu Asal Prabumulih Yang Pernah Di Undang Ke Istana Presiden

PRABUMULIH, SRINE-Mau menyaksikan langsung budidaya penangkaran lebah madu .!!.

Datang saja ke Dusun III Desa Karya Mulya,Kecamatan Rambang Kapak Tengah,Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan.

Desa Karya Mulya letaknya sekitar 10 Km dari pusat kota. Desa asri dan terkenal dengan tanaman obat keluarga ( Toga) ini berbatasan langsung dengan Kabupaten tetangga Yakni, Kabupaten Muara Enim.


Disana akan kita temui Sumarno, seorang petani yang sempat mengharumkan nama Kota Prabumulih di level nasional lantaran di ganjar penghargaan Adhikarya  Pangan Nusantara di era Presiden SBY pada 2012 silam.

Sumarno, Peternak Lebah Madu Asal Desa Karya Mulya, RKT Kota Prabumulih
"Itu merupakan kenangan yang sangat berkesan. Saat itu tidak menyangka ,saya yang hanya petani kecil  diundang ke istana gara-gara juara pertama tingkat Provinsi dalam kategori Ketahanan Pangan," ucapnya.

Sumarno bercerita, bahwa dirinya sangat antusias menerima ilmu yang di tranfers oleh para penyuluh  yang diyakininya kedepan bisa dijadikan modal sebagai pintu rezki dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Beragam program pertanian dan peternakan telah ia lakoni, mulai dari beternak sapi dan kambing hingga membuat pupuk biogas dari kotoran  ternak dan pupuk kompos yang juga berbahan dasar kotoran ternak.

" Setiap ada pelatihan saya selalu ikut meskipun dengan biaya sendiri. Saya tidak berharap dapat uang, yang penting ilmunya," ujarnya.

Hingga kini Ayah dua anak ini tidak kehabisan kreatifitas.Kini  Sumarno  membudidayakan lebah  madu yang biasa didapat warga di hutan. Budidaya lebah madu trigona atau kelenceng ini di mulai pada November 2019 lalu.

" Awal nya penyuluh memberikan masukan bagaimana berternak dengan modal kecil dan tidak repot untuk mencari makanan,yakni ternak lebah madu, saat ini di Prabumulih ada 11 orang yang membudidayakan lebah madu," sebut Pria 47 tahun ini .

Lebih dalam Suami Ratna Haryati ini bercerita, lebah madu yang biasa dicari sering ditemukan di pohon -pohon besar yang beronggang ( bolong karena lapuk) di hutan terdiri dari beragam jenis ini juga merupakan  jenis lebah yang ramah lingkungan. Varian madu terdiri dari, madu manis, asam manis dan pahit (hitam) tergantung di pohon apa dia bersarang.

" Jenis lebah ini tidak menyerang ( Tidak menyengat) , Seperti Levichat terminata , itama , levichat voskow dan Levicat kapitalis. Jika madu yang sumber pakannya dari pohon medang, sengon laut,mahoni maka madunya tergolong madu hitam," bebernya.

Untuk beternak lebah madu, kita wajib menanam aneka bunga yang berwarna cerah sebagai ladang pangan bagi madu untuk mencari serbuk sari.

"  Seperti Bunga Matahari dan Keningkir, dan buah-buahan" katanya.

Madu yang berkhasiat meningkatkan imunitas tubuh dan mengobati beraneka penyakit seperti,kolesterol,asam urat ini dijual dengan harga bervariasi mulai dari harga 50 rb ,100rb-400rban.

" Sekitar bulan Oktober nanti lebah madu sudah bisa panen. Satu kilo kita jual 400rb.namun ada juga paket kecil 50 rb dan 100 rban," tutur Sumarno.

Sumarno berharap agar pemerintah kota Prabumulih memberikan perhatian lebih terhadap Desa Karya Mulya dengan menjadikannya sebagai daerah tujuan wisata (Agro wisata) sekaligus wisata edukasi bagi masyarakat.

Karena jelasnya, Karya Mulya memiliki potensi agro wisata seperti, ternak,tanaman toga, makanan olahan, kerajinan, perikanan tanaman hutan , beragam jenis tanaman bunga dan sayuran organik.

" Saya yakin,jika Desa Karya Mulya jadi tujuan wisata, otomatis roda perekonomian masyarakat akan bergerak dengan sendirinya dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat atau berdaulat pangan,"  tandasnya. (Ad)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.