Ringankan Beban Warga ,Pemprov Sumsel Lepas Mudik Gratis 2026
SRIWIJAYA NEWS | Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) kembali menggulirkan program Mudik Gratis Idulfitri 1447 H/2026 sebagai solusi konkret atas lonjakan biaya dan risiko perjalanan jelang Lebaran. Program yang diinisiasi Gubernur Herman Deru sejak 2022 ini kian menjadi andalan masyarakat untuk pulang kampung dengan aman dan nyaman.
Pelepasan peserta mudik gratis dilakukan secara resmi di Griya Agung Palembang, Selasa (17/3/2026), oleh Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Candra, mewakili gubernur.
Dalam sambutannya, Edward menegaskan bahwa mudik bukan sekadar perjalanan tahunan, melainkan tradisi yang sarat makna sosial dan emosional bagi masyarakat Indonesia.
“Momentum mudik adalah waktu mempererat silaturahmi keluarga. Namun di sisi lain, peningkatan mobilitas dan biaya perjalanan menjadi tantangan. Di sinilah negara hadir melalui program mudik gratis,” ujarnya.
Ia menekankan, Pemprov Sumsel tidak hanya berfokus pada aspek keringanan biaya, tetapi juga keselamatan. Program ini dirancang untuk menekan angka kecelakaan, khususnya bagi pemudik yang selama ini mengandalkan sepeda motor.
“Keselamatan adalah prioritas. Kami ingin masyarakat tiba di kampung halaman dengan selamat, sehat, dan bisa merayakan Idulfitri dengan tenang,” tegasnya.
Program Mudik Gratis 2026 menjadi penyelenggaraan kelima sejak pertama kali digelar. Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Musni Wijaya, menyebut antusiasme masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun.
Tahun ini, Pemprov Sumsel menyediakan tiga moda transportasi: bus, kereta api, dan angkutan sungai, dengan jangkauan rute dalam hingga luar provinsi.
Untuk rute dalam provinsi (AKDP), disiapkan 15 unit bus dengan tujuan strategis seperti Palembang–Pagaralam–Pendopo, Palembang–Tebing Tinggi Empat Lawang, hingga Palembang–Lubuk Linggau–Muratara.
Sementara rute luar provinsi (AKAP) dilayani 12 unit bus menuju sejumlah kota besar di Sumatera dan Jawa, di antaranya Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Bandung, hingga Jakarta.
Menurut Musni, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurai kepadatan lalu lintas saat arus mudik, sekaligus menekan potensi kecelakaan di jalan raya.
“Dengan fasilitas yang aman dan terorganisir, masyarakat memiliki alternatif selain menggunakan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor yang risikonya cukup tinggi,” jelasnya.
Pemprov Sumsel juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari BUMN, BUMD, hingga sektor swasta, untuk memastikan kelancaran program. Kolaborasi ini menjadi kunci agar layanan mudik gratis dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Ditengah meningkatnya kebutuhan transportasi menjelang Lebaran, program ini tak hanya menjadi solusi praktis, tetapi juga wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan warganya.
Dengan pepasan resmi ini, ribuan pemudik kini memiliki satu kepastian: perjalanan pulang kampung yang lebih aman, nyaman, dan tanpa beban biaya.

Posting Komentar