News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Warga Kecewa, Data Pengecekan PU dan Perkim OKI Dinilai Tak Sesuai Kondisi Lapangan

Warga Kecewa, Data Pengecekan PU dan Perkim OKI Dinilai Tak Sesuai Kondisi Lapangan


OKI, SriwijayaNews.com — Sejumlah warga Desa Kijang Ulu, khususnya warga Dusun III, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mengaku kecewa terhadap hasil pengecekan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Perkim) Kabupaten OKI terkait kondisi lingkungan kumuh serta aliran air atau selokan di wilayah desa tersebut.

Kekecewaan warga muncul lantaran ditemukan adanya ketidaksesuaian antara data yang digunakan pihak PU Perkim OKI dengan kondisi serta pembagian wilayah administrasi di lapangan.

Salah seorang perangkat desa mengungkapkan, dalam keterangan terkait lokasi pengecekan lingkungan kumuh dan aliran air disebutkan berada di Dusun III RT 06. Namun, menurutnya, keterangan tersebut merupakan data lama. Saat ini, RT 06 diketahui berada di Dusun II Desa Kijang Ulu.

Tak hanya itu, berdasarkan pemantauan terhadap titik koordinat yang digunakan dalam pengecekan, lokasi yang dituju justru diketahui berada di Dusun IV RT 11 Desa Kijang Ulu, bukan Dusun III.

"Kalau melihat titik koordinat yang dituju, sejak dulu lokasi tersebut masuk wilayah Dusun IV Kijang Ulu, bukan Dusun III. Yang menjadi pertanyaan, mengapa data yang ada di PU Perkim bisa menyebutkan lokasi itu berada di Dusun III," ungkap salah seorang kepala dusun.

Sementara itu, saat berada di lapangan, salah seorang Ketua RT sempat menanyakan langsung kepada pihak PU Perkim Kabupaten OKI mengenai tahun data yang digunakan dalam pengecekan serta alasan data tersebut belum disesuaikan dengan kondisi terkini.

Pihak PU Perkim Kabupaten OKI disebut menjelaskan bahwa data yang digunakan merupakan data tahun 2022. Pihak tersebut juga menyampaikan bahwa pembaruan data sebenarnya telah dilakukan beberapa tahun lalu dan menyarankan pemerintah desa maupun masyarakat kembali mengusulkan kebutuhan tersebut agar program dapat direalisasikan.

Penjelasan tersebut justru menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Warga menilai, apabila data yang digunakan tidak lagi menggambarkan kondisi serta pembagian wilayah administrasi terkini, hasil pengecekan maupun perencanaan program dikhawatirkan menjadi tidak tepat sasaran.

Warga berharap pihak terkait melakukan verifikasi dan pembaruan data secara menyeluruh dengan turun langsung ke lokasi serta berkoordinasi dengan pemerintah desa, kepala dusun dan RT setempat.

Masyarakat juga meminta agar titik koordinat, nama dusun, RT, serta kondisi lingkungan yang menjadi dasar perencanaan program benar-benar disesuaikan dengan fakta di lapangan.

"Yang jelas, kami kecewa karena data yang ada di PU Perkim OKI tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Seharusnya sebelum melakukan pengecekan atau menyusun program, data administrasi dan titik lokasi harus benar-benar diperbarui agar tidak terjadi kesalahan seperti ini," ujar salah seorang RT.

Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pengecekan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui verifikasi ulang dan pembaruan data. Dengan demikian, apabila memang terdapat kebutuhan penanganan lingkungan maupun drainase, usulan tersebut dapat diproses berdasarkan kondisi nyata masyarakat di lapangan.

(Syafiq)

Tags

Minat Bergabung

Kirimkan CV anda ke redaksi Posmetro dibawah ini atau ke klikosmetro@gmail.com.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar