Header Ads

Capaian Output Kegiatan BNN Prabumulih Hingga Juni 2018


PRABUMULIH, SRINE.Com --
Prabumulih sudah masuk dalam kategori darurat narkoba. Untuk itu semua pihak harus berkontribusi dalam memerangi narkoba. 
Seperti diketahui, akibat dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba akan mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara, merusak tiga pondasi dasar berbangsa dan bernegara.,diantaranya merusak moral /penyimpangan perilaku generasi muda, merusak dan menurunkan daya tahan tubuh /kesehatan pemakai nya, menyebabkan kondisi keuangan yang terus menerus merugi hingga kerugian ekonomi dan sosial yang sangat besar bagi bangsa dan negara.


Disebutkan Kepala Badan Narkoba Nasional (BNN) Kota Prabumulih,Ibnu Mundzakir, tahun 2018 BNN Prabumulih hanya mendapatkan alokasi anggaran merehabilitasi sebanyak 45 orang yang meliputi, 25 orang untuk rawat jalan di BNN Prabumulih, 10 orang untuk lembaga rehabilitasi Instansi Pemerintah Rumah Sakit Umum dan Puskesmas dan 10 orang untuk Lembaga Rehabilitasi komponen masyarakat.

"ini sangat jauh jika dibandingkan prevalensi penyalahguna narkoba yang ada di Prabumulih. Berdasarkan survei tahun 2017 sebanyak 3. 819 jiwa, butuh waktu sekitar 76 tahun, belum lagi setiap tahunnya mengalami peningkatan, untuk itulah dibutuhkan sinergitas dan kontribusi semua pihak, baik pemerintah daerah, Pendidikan, Swasta dan Masyarakat. Tahun 2018 BNN Prabumulih mencapai 29 orang residen untuk rawat jalan, ditambah satu jadi, 11 orang rawat inap yang diantaranya 7 orang di residen di lembaga komponen masyarakat di Prabumulih",ungkap Ibnu Mundzakir saat Konpres di Kantor BNN Prabumulih KM -6 Prabumulih Timur, Rabu (6/6/2018).

Ditambahkannya, dalam mengemban tugas dan fungsi BNN telah melakukan kerja sama dan sinergitas dengan TNI /Polri, Pemerintah Kota Prabumulih, Lembaga Pendidikan, Lingkungan Swasta dan di lingkungan masyarakat.

"Guna upaya operasi penegakan disiplin anggota telah kerja sama dengan Yonzipur 2/SG dan Subdenpom,  selain mengirimkan residen yang akan di tindaklanjuti dengan pengungkapan kasus, dengan Polri secara bersamaan dengan intens melakukan pengejaran Target Operasi jaringan sindikat narkoba, membentuk Satgas anti narkoba di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga ke tingkat Kelurahan /Desa, membentuk 28 Satgas Anti Narkoba meliputi SD /SMP hingga gugus dan segera menyusul ke tingkat SMA, kerja sama dengan swasta dalam bentuk partisipasi menerapkan kebijakan adanya Surat Keterangan Bersih Narkoba dalam rangka rekruimen pegawai, perpanjangan kontrak dan Promosi jabatan dan kepada masyarakat untuk memberikan laporan kasus narkoba, membentuk Satgas narkoba yang di pimpin lurah untuk menjaga lingkungan agar bersih dari narkoba, selain itu Organisasi Kemasyarakatan (OKP) harus turut berperan dalam pencegahan ",tegasnya.

Disisi lain, Ibnu Mundzakir menjelaskan sampai saat ini capaian langkah antisipasi dalam rangka pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, BNN Prabumulih telah melakukan Diseminasi informasi P4GN dan pemberdayaan anti narkoba di lingkungan Pemerintah, Swasta, Masyarakat dan Pendidikan.

"Berdasarkan DIPA BNN telah diikuti 21. 150 orang peserta dan secara keseluruhan dengan kegiatan non DIPA jumlah peserta mencapai 24. 206 orang peserta atau 13 % dari jumlah penduduk Prabumulih alias melewati target tahun 2018. Sedangkan untuk pengungkapan kasus tahun 2018 mencapai 600 % dari jumlah anggaran yang dialokasikan", tutupnya.(Adt)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.