Header Ads

Diduga Oknum Kades Pilih Kasih, Warga Keluhkan Program Bedah Rumah Tak Tepat Sasaran

Kayuagung, SRINE.com-Kerap kali terdengar masalah program bedah rumah yang dicanangkan pemerintah pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kenyataan di lapangan masih belum juga tepat sasaran, secara khusus lagi di daerah pedesaan. 

Hal ini terjadi di Desa Serigeni Lama, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI. Sebagian dari keluarga penerima bantuan bedah rumah didesa itu dinilai tidak sepantasnya menerima bantuan itu. Karena masih banyak yang lebih layak untuk mendapatkannya. 

Berdasarkan komentar salah seorang warga setempat yang berinisial FU, dia menilai bahwa kepala desa pandang bulu didalam pendataan dan pengajuan permohonan program bedah rumah tersebut. 

Masih banyak yang lebih layak untuk mendapatkan bantuan bedah rumah disini. Bahkan disini ada yang membangun dinding rumah beton permanen. Belum lagi yang rumahnya, telah layak huni juga dapat bantuan rehab baik dibangunkan dapur ataupun atap rumahnya," ungkap FU. 

Maka dari itu, lanjut dia, apakah ada ketentuan hukum yang berlaku terhadap kepala kepala desa yang telah menyalahgunakan realisasi program rumah?  Karena tindakan ini merupakan suatu bentuk diskriminasi yang telah dilakukan oleh kepala desa terhadap warga yang lebih layak mendapatkan program bantuan bedah rumah. 

Menurut FU berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13/PRT/M/2016, syarat untuk mendapat bedah rumah adalah, WNI yang sudah berkeluarga. Memiliki atau menguasai tanah, pertama, Tanah yang dikuasai secara fisik dan memiliki legalitas (sertifikat/surat keterangan, kedua. Tidak dalam sengketa, ketiga. Lokasi tanah sesuai tata ruang wilayah; Belum memiliki rumah, atau memiliki dan menempati rumah satu-satunya dengan kondisi tidak layak huni; Belum pernah memperoleh BSPS; Lalu berpenghasilan paling banyak senilai UMP setempat; kemudian diutamakan yang telah memiliki keswadayaan dan berencana membangun atau meningkatkan kualitas rumahnya; terus bersedia membentuk kelompok maksimal 20 orang; dan bersedia membuat pernyataan. 

" Kami masyarakat ini, berharap pemerintah dapat menindaklanjuti dan memperbaiki permasalahan ini. Jangan sampai anggaran negara dipergunakan serta dinikmati oleh oknum ataupun sekelompok orang saja," katanya

Kades Serigeni Lama, M Taufik saat dimintai keterangan terkait masalah tersebut mengatakan, kalau dirinya telah melayani masyarakat dengan baik. 

"Kita inikan pelayan masyarakat, setahu saya selama jadi kades saya pun merasa telah melakukan semua itu dengan sebaik baiknya. Seperti bedah rumah itu saja, pernah saja pelaksanaannya tanpa sepengetahuan saya. Pihak ataupun dinas terkait tidak permisi lagi dengan saya," tuturnya

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.