Header Ads

Sampaikan Aspirasinya, Puluhan Mahasiswa Datangi Kantor Pemkab OKI


Kayuagung, SRINE.com-Puluhan mahasiswa OKI yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Daerah Ogan Komering llir (GOD OK1) melakukan aksi unjuk rasa dengan mendatangi Kantor Pemkab OKI, pada Senin (1/4/2019).

Dari pantauan awak media ini dilapangan, dimana para mahasiswa baik tergabung dalam Ikatan Mahasiswa OKI (Imoki), Himapati, Aliansi Mahasiswa Pantai Timur (Ampati), IKMPT Unsri, Pembaru,
Uniski , dan lainnya membawa spanduk pelbagai tulisan yang mengkritisi kinerja Pemkab OKI.

Dalam aksinya menyampaikan aspirasi, para mahasiswa dikawal petugas Pol PP maupun petugas kepolisian Polsek Kayuagung juga Polres OKI.

Koordinator Aksi Andi Leo menyampaikan ada beberapa poin penting yang perlu disikapi antara lain kondisi infrastruktur jalan yang makin parah, tidak diberdayakannya tenaga kerja lokal di perusahaan besar di OKI, hingga bupati absen masuk kerja.

Untuk itu, pihaknya berharap Pemkab OKI mempercepat pembangunan insfratuktur jalan yang rusak di OKI, meminta kejelasan beasiswa pelajar dari tingkat SD sampai dengan perkuliahan agar merata di setiap daerah merasakan beasiswa tersebut.

Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah memperhatikan rumah sakit dan puskesmas, baik dari segi pelayanan maupun kelayakan, menuntut pemerintah memeriksa kembali kondisi perusahaan-perusahaan raksasa di OKI dan lainnya.

Dia mengancam apabila tidak dapat menyelesaikan permasalahan di atas, maka pihaknya meminta silakan mundur dari jabatan secara terhormat.

"Jika semua tuntutan tidak segera direalisasikan, maka kami akan turun lagi dengan jumlah massa yang lebih banyak," tuturnya.

Menyikapi hal itu, Sekda OKI H Husin, S.Pd didampingi Wakil Bupati OKI H Djakfar Sodiq menyatakan pihaknya telah membaca dan memahami, terkhusus masalah infrastruktur.

"Perlu diketahui bahwa luas wilayah OKI sekitar 19.043 kilometer persegi. Sementara Kabupaten OI tidak sampai 3.000 km persegi. Jadi perlu tenaga, dana besar untuk menjalankan program pemerintah," kata Sekda.

Husin menyatakan kalau Pemkab OKI merupakan pemerintahan yang miskin. Sebab, Pemkab OKI hanya memiliki sumber PAD hanya sebesar Rp200miliar. Sementara APBD OKI saat ini hanya Rp 2,1 triliun dan itu bersumber dari DAK, DAU, maupun PAD dan sumber lainnya.

"Jadi wajar jika pembangunan jalan tidak bisa seluruhnya mulus dan hanya dilakukan secara bertahap. Pembangunan infrastruktur itu jika sifatnya kualitas hanya dapat dilakukan secara bertahap. Tapi jika sebatas pemeliharaan periodik terus dilakukan seperti daerah Cengal maupun kecamatan lainnya," ujarnya.

Untuk membangun Kabupaten OKI ini secara komprehensif, lanjut Sekda, tidak bisa membalikkan seperti telapan tangan. Perlu kerja keras dan dana besar merealisasikannya.

"Membangun OKI tak cukup jika mengandalkan PAD. Untuk bayar gaji ASN OKI saja setahun capai Rp800miliar. Sementara PAD Rp200miliar. Bupati tidak berada ditempat karena ke pusat melobi ataupun memancing dana DAU. Ingat jabatan bupati itu merupakan jabatan politik karena bupati dipilih oleh rakyat," ungkap Sekda.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.