Weather (state,county)

Breaking News

Satu Abad Menambang,PTBA Tbk Komitmen Ramah Lingkungan

Tambang Air Laya,Tambang Pertama PTBA Yang Dibangun Tahun 1919
Muara Enim,SRINE- PT Bukit Asam Tbk (PT BA) yang letaknya di Jalan Parigi No 1 Tanjung Enim,Kabupaten Muara Enim ,Provinsi Sumatera Selatan memasuki 100 hari penambangan.Hal itu artinya ,PT BA Tbk telah satu abad mengabdi sebagai  salah satu penyumbang pendapatan negara terbesar yang berguna untuk kesejahteraan masyarakat  khususnya Muara Enim.

Manager Perencanaan PTBA Tbk,Suratman menjelaskan,Tambang Air Laya merupakan tambang pertama PTBA yang dibuka pada tahun 1919 dan selanjutnya pada tahun 1923 dikembangkan di lokasi tambang dalam.

"Kedepan pengembangan ke tambang Mahayong yang mempunyai cadangan batubara sekitar 350 .000 ton dan finalnya pada tahun 2045,"ungkap Suratman.

Stasiun PTBA
Suratnya juga menyebut jika batubara yang berasal dari PTBA Tbk diekspor ke beberapa negara tetangga yang terlebih dahulu diangkut mengunakan kereta api di stasiun PTBA menuju Kertapati Palembang dan Stasiun Tarahan Lampung.

"Kita ekspor ke Malaysia,Thailand,Jepang,dan Korea .Kita angkut dengan minimal 60 gerbong kereta,tiap gerbongnya sekitar 2.000-2.400 ton,"tuturnya.


Selain itu,PTBA Tbk juga komitmen melakukan penambangan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan yang ada.Hal ini juga dipertegas dengan sistem pengolahan limbah yang baik dan sesuai ketentuan yang ada dari pemerintah.

Bak Penampungan Tempat Pengolahan Limbah
Manager Pengelola Lingkungan dan Penunjang Tambang Bukit Asam, Amarudin menegaskan, pengelolaan limbah PT Bukit Asam telah sesuai prosedur yang ditetapkan pemerintah Kabupaten Muara Enim.

"Kita sudah melalui prosedur sesuai ukuran dinas terkait dalam hal ini dinas Lingkungan Hidup," tegasnya saat Konferensi Pers di GSC PT BA, pada Rabu (11/9/2019).

Disebutkannya, pembuangan limbah PT Bukit Asam telah terlebih dahulu melalui tahapan penyulingan.

"Sehingga ketika dibuang ke sungai kondisi limbah sudah bersih dan aman," jelasnya.

Amarudin mengatakan, selain telah melalui prosedur pemerintah dan dilakukan penyulingan, limbah mencemari sungai tidak bisa langsung ditujukan berasal dari PT Bukit Asam karena di Tanjung Enim banyak perusahaan tambang.

"Perusahaan tambang tidak hanya kita saja,kan masih ada lagi perusahaan lainnya,"ungkapnya.

Senada juga disampaikan  Pengawas Pengolahan Limbah PT Bukit Asam,Zakaria.Menurutnya,air yang berasal dari batubara terlebih dahulu melalui proses penyulingan di 11 bak penampungan yang diukur setiap hari.

Posko Pengawasan Pengolahan Limbah
"Untuk PH terpengaruh panas,jadi diukur tiap jam.PH aman 6-9,dan diuji dengan masukkan ikan di bak 4 yang telah melalui kolam pengendapan bak 1 dan 2.Sejauh ini lomba yang kita alirkan disungai memang tidak layak dikonsumsi,untuk yang lain aman",tandasnya.

Senada disampaikan Sugiarto K Sarip Asisten Manager  Rehabilitasi DAS PTBA Tbk .Menurutnya PTBA Tbk mempunyai lahan pembibitan seluas 2 Hektare yang isinya terdiri 82 jenis tanaman hias dan nantinya digunakan  untuk mengreklamasi lahan -lahan bekas tambang yang ada.

Tempat Pembibitan PTBA Untuk Reklamasi Bekas Tambang

"Jika masyarakat butuh bisa kita support juga.Tanaman terdiri dari tanaman keras dan tanaman yang mudah hidup.ada Pembenihan,Penyemaian dan proses pemilihan di polybag,"tutupnya.

DAS yang telah selesai direhabilitasi PTBA memiliki total luas secara keseluruhan sebesar 453 hektar yang mencakup Hutan Lindung Bukit Jambul Gunung Patah Desa Pengentaan, Mulak Ulu, Kab. Lahat seluas 100 hektar, Bukit Jambul Asahan Desa Kota Padang, Kab, Muara Enim dan Desa Gunung Agung, Semende Darat Tengah, Kab, Muara Enim seluas 260 hektar, serta fasilitas umum seluas 93 hektar.(Ad)

Tidak ada komentar