Header Ads

Membangun Kesadaran Generasi Unggul Dan Berkarakter di Era Digital


Jakarta ,SRINE– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom Kemendikbud) berkomitmen untuk menumbuhkan kesadaran dan memperluas wawasan masyarakat terutama guru untuk membangun generasi berkualitas di era yang serba teknologi, salah satunya dengan mengadakan Seminar TIK Nasional.

Seminar yang dilaksanakan pada, Rabu (13/11/19) di Balai Kartini,  merupakan seminar tahunan dengan mengusung tema “Membangun Kesadaran untuk Membangun Generasi Unggul dan Berkarakter di Era Digital”.

Pustekkom Kemendikbud menargetkan lebih dari 300 guru dan masyarakat yang hadir pada acara ini, termasuk 102 guru Duta Rumah Belajar dari 34 provinsi di Indonesia.

Peserta yang hadir telah melalukan registrasi secara online terlebih dahulu pada sistem manajemen pelatihan TIK yang dimiliki oleh Kemendikbud.

Acara ini dibuka dengan keynote speech Syaiful Huda, Komisi X DPR RI, yang menyampaikan peran penting portal pendidikan dari Kemendikbud, Rumah Belajar dalam andilnya untuk turut menjadi media pendukung pencetak generasi unggul.

“Ada 6 hal yang harus diperhatikan dalam menuntut ilmu, yaitu cerdas, menulis, sabar karena jika tidak sabar maka cara belajar tidak benar, biaya, guru, dan kesadaran bahwa ilmu itu bersifat dinamis”, ujar Syaiful saat memperkuat pendapatnya terkait pentingnya teknologi dalam pembelajaran.

Seminar nasional ini menjadi salah satu sarana pengembangan kompetensi SDM pendidikan, melalui proses brainstorming, pertukaran informasi, pengetahuan, sikap, hingga keterampilan TIK yang bermanfaat untuk diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Oleh karenanya acara ini mengundang pakar pendidikan dan teknologi pembelajaran, seperti Gerry Firmansyah, Dewan Eksekutif Dewan TIK Nasional dan Gogot Suharwoto, Kepala Pustekkom Kemendikbud, dan para pejabat fungsional pengembang teknologi pembelajaran.

Selain itu, untuk memperkuat pandangan terkait praktik baik penerapan inovasi teknologi dalam proses pembelajaran maupun edukasi masyarakat, Pustekkom Kemendikbud turut mengundang narasumber dari Microsoft Indonesia, Facebook Indonesia, Sekolah TechnoNatura, dan guru dari SMPN 6 Kendari sebagai sekolah contoh.

Pada akhirnya, walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi di era digital akan terus diterapkan, namun Kemendikbud tetap berpegang teguh pada keyakinan bahwa kehadiran teknologi sejatinya tidak untuk menggantikan peran guru dalam mendidik siswa, namun untuk meningkatkan kinerja serta kapabilitas guru. Karena guru menjadi motor utama dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul, tapi juga berkarakter. (Imo/01)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.