Header Ads

Ini Tanggapi Walikota Prabumulih Terkait Keluhan Pedagang Di Pasar Pagi Terminal


PRABUMULIH, SRINE-- Para pedagang pasar pagi keluhkan sepinya pembeli yang berdampak pada pendapatan mereka.
 Pasalnya, setelah PSBB berakhir para pedagang distributor yang berasal dari luar kota langsung masuk Pasar Tradisional Modern.

Menurut Ilham, salah satu pedagang sayur (48) mengaku sejak berakhirnya PSBB dan kendaraan bebas masuk kota Prabumulih sehingga pedagang luar bisa masuk ke PTM (Pasar Tradisional Modern).

" Otomatis pembeli memilih belanja ke PTM, Pasar pagi terminal menjadi sepi . Coba lihat sayur saya belum ada yang laku, tidak seperti sebelumnya. Jika mau dipindahkan, harus semua jangan pandang bulu. Saya harap pemerintah tegas," kata pria tiga anak warga Prabujaya ini.


Hal ini, mendulang tanggapan Walikota Prabumulih, Ridho Yahya. Menurut orang nomor satu Prabumulih,  tempat di PTM dianggapnya tidak layak dan pedagang tidak mungkin bisa menjaga jarak dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik.Jadi kata dia,  pemerintah kota Prabumulih bukan menghambat pedagang.

" Justru saya sayang sama pedagang. Jika di PTM saya yakin banyak yang terjangkit karena pedagang banyak yang datang dari luar dan belum tahu sehat atau tidak," ujar Ridho kepada media, Rabu (10/6/2020).

Untuk itu Ridho menegaskan jika pihaknya akan kembali membuka posko di PTM yang di jaga petugas gabungan untuk melarang pedagang yang akan mengelar dagangan nya di PTM.

Selain lokasinya luas, lanjutnya, Di pasar pagi terminal Talang Jimar sudah dilengkapi dengan fasilitas penerangan, WC dan bus bagi pedagang gratis.

 " Lokasinya kan enak . Bisa jaga jarak dan gampang dipantau. Untuk itu saya berharap agar semua pedagang mau pindah ke lokasi yang baru. Untuk truk dan para agen dari luar juga saya mohon lewat jalan lingkar. Saya mohon kesadaran, ini untuk kita bersama ," tandas Ridho.

1 komentar:

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.