Header Ads

Dirut Bank Sumsel Babel Serahkan Bantuan Modal Usaha Bagi UMKM Di Prabumulih


PRABUMULIH, SRINE-- Pemerintah Kota Prabumulih kembali memyalurkan bantuan usaha bagi pedagang Usaha Mikro Kecil dan  Menengah (UMKM).


Bantuan berupa gerobak dagang , etalase souvenir dn rombong motor serta pinjaman modal bagi pedagang kuliner Prabumulih ini merupakan kolaborasi antara Pemkot Prabumulih, Kementrian  Perdagangan dan Bank Sumsel Babel ( BSB).

Untuk bantuan gerobak diberikan  Kementerian Perdagangan , sedangkan Bank Sumsel Babel memberikan bantuan  modal usaha.

Bantuan ini langsung diserahkan secara simbolis oleh Walikota Prabumulih, Ir.H.Ridho Yahya MM, didampingi Direktur Utama BSB, Achmad Syamsudin kepada warga di Pendopoan Rumah Dinas Walikota Prabumulih, Senin ( 22/6/2020).




Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM menyebutkan bahwa sebelumnya pihaknya sudah pernah menyalurkan bantuan usaha kepada masyarakat seperti, gerobak dagang, alat las dan lainnya namun semuanya tidak berjalan sesuai harapan.

" Bantuan sebelumnya dinilai gagal lantaran banyak pedagang yang ikut-ikutan. Akhirnya tidak berhasil karena tidak ada pengalaman sama sekali. Bahkan ada yang dijual dan di penjara 6 bulan," ungkap Ridho usai penyerahan Gerobak dagang, etalase, rombong motor dan bantuan modal usaha , Senin ( 22/6/2020).

Belajar dari pengalaman tersebut, Suami Suryanti ngesti Rahayu ini langsung merubah sistem dengan berpedoman seperti slogan pengadaian yakni, Mengatasi masalah tanpa ada masalah.

" Kali ini yang kita serahkan bantuan sebanyak 40 buah Gerobak Kuliner,  Rombong motor 10 buah, etalase souvenir dan pinjaman usaha berdagang bagi 20  pedagang," terangnya.

Lebih jauh Ridho berharap pedagang memang serius dan jangan ikut-ikutan.

" Jika tidak serius lebih baik mundur. Dan jangan sekali-kali dijual jika tidak mau masuk penjara," tegasnya.



Sementara itu, Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsuddin mengaku berdasarkan pengalaman ,  usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM) terbukti kuat dalam menghadapi goncangan.

" Saat suku bunga turun pada tahun 2005, UMKM tetap bisa bertahan," ujarnya.

Achmad Syamsudin menilai program yang digulirkan Pemerintah Kota Prabumulih terkait pembinaan UMKM sangat bagus dan positif. Untuk Prabumulih sendiri kata dia, BSB menyalurkan bantuan modal usaha awal kepada 20 pedagang sebesar Rp.20 Juta.

"  Tiap pedagang menerima bantuan modal usaha sebesar Rp.1 juta.Untuk itu patut kita dukung dan bersinergi .Apalagi Pemkot Prabumulih merupakan salah satu pemegang saham dan BSB milik kita semua," ujarnya.

Dikatakannya, memang memberikan pinjaman gampang, namun membuat pedagang itu tumbuh bukan suatu hal yang tidak mudah.

" Inikan baru awal.syaratnya KTP, KK dan yang paling penting usaha nya sudah berjalan dan berpengalamana. Bukan tiba-tiba," katanya.

Masih menurut Achmad, salah satu kunci keberhasilan usaha dagang adalah kebersihan. Karena kebersihan merupakan sebagian daripada iman.

" Karena usaha kuliner jadi harus bersih.jadi pembeli percaya. Pedagang keliling kita juga banyak ditiru negara lain lantaran berhasil mendekatkan diri dengan pembeli langsung," tandasnya.


Turut hadir dalam acara tersebut  Achmad Syamsudin, Direktur utama bank Sumsel Babel, Tian K YaminPimpinan Cabang Bank Sumsel Babel (BSB) Prabumulih dan jajarannya serta tamu undangan lainnya. (AD)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.