Header Ads

Waspadai Penularan Susulan Di Hidup Normal Baru

PRABUMULIH,- SRINE-  Kebijakan Pemerintah Kota Prabumulih menjadikan terminal Talang Jimar sebagai pasar induk seperti Pasar Jakabaring ,Palembang patut diapresiasi. Pasalnya terminal Talang Jimar memiliki area luas lebih memungkinkan bagi pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan di tengah epidemi covid-19 dibanding Pasar Tradisional Modern ( PTM).

Memang PSBB Prabumulih dinilai berhasil karena di dorong tingginya disiplin masyarakat dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan seperti, pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak fisik dan sering cuci tangan pakai sabun.

Hasilnya , Kota Seinggok-Sepemunyian mampu keluar dari zona merah dengan menyisahkan satu pasien positif covid-19  yang masih dirawat di RS Charitas Palembang.

" Apresiasi kepada masyarakat atas kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan, tim medis , petugas penjaga pos psbb dan masyarakat luar Prabumulih yang membuat psbb berhasil memutus mata rantai virus corona di Prabumulih," kata Walikota Prabumulih beberapa hari lalu kepada media.

Kini Prabumulih masuk ke era kehidupan normal baru atau yang sering disebut New Normal. Namun kita jangan terjebak dengan situasi ini dengan mengabaikan protokol kesehatan yang dapat menimbulkan klaster baru covid-19.


Tentunya tidak semua sepakat jika normal baru di terapkan. Ini merupakan pilihan sulit bagi siempuhnya pengambil kebijakan.Disatu sisi  keselamatan masyarakat tidak  boleh di abaikan,disisi lain roda perekonomian harus digeliatan.


Meskipun kesadaran masyarakat tinggi, terkadang jika terlalu euphoria dan lupa akan bahaya yang masih mengintai. Ini perlu adaptasi yang tidak mudah mengingat kebiasaan masyarakat yang minim kedisiplinan.

Berkaca dari daerah lain seperti, Jawa Barat yang menyebabkan kan puluhan pasar ditutup lantaran Pasar menjelma menjadi klaster baru dalam penyebaran covid-19. Hal ini jangan sampai terjadi di Prabumulih.

Penyebabnya , masih banyak orang yang tidak pakai masker, tidak jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun.

" Jika pasar pagi masih di PTM akan sulit dipantau dan tidak memenuhi standar protokol kesehatan.Saya takut Pasar melahirkan klaster baru. Maka nya saya alihkan ke terminal talang jimar," Ungkap Ridho.

Untuk mengapdosi kebiasaan hidup  baru yang disiplin memang tidak mudah. Selain ketegasan pemerintah, kedisiplinan masyarakat baik pedagang maupun pembeli di pasar lebih menentukan agar klaster  baru dipasar yang kita takutkan tidak terbukti.

Jadi semua kembali  keseriusan semua pihak. Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, kesadaran maksimal masyarakat juga menjadi penentu  berhasil nya kita memutus mata rantai covid-19.( ad).



Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.