Header Ads

Ridho Yahya Minta Tol Prabumulih Di Buat Rest Area


PRABUMULIH, SRINE- Presiden Joko Widodo ingin semua daerah terintegrasi guna memangkas jarak tempuh yang bermuara kepada penghematan biaya operasional.

Untuk itu, Jokowi membuat program pembangunan infrastruktur jalan tol di seluruh indonesia, termasuk di Sumatera Selatan.

Pembangunan ruas tol Palembang - Lampung sejauh 366 Km telah rampung. Dengan rincian ruas tol  pertama  yang juga merupakan tol terpanjang untuk trans sumatera, Terbanggi Besar-Kayu  Agung sejauh 189 Km telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Jumat, 15 November 2019.

Ruas Tol kedua Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140 Km juga telah diresmikan Jokowi pada 8 Maret 2019 lalu.Tinggal ruas tol Kayu Agung-Palembang sepanjang 37 Km yang belum diresmikan.

Kini pemerintah  melalui  PT Hutama Karya mulai mengerjakan tol Indralaya- Prabumulih sejauh 65 Km yang sempat tertunda akibat pembebasan lahan.
Tidak dipungkiri, jika tol Indralaya-Prabumulih rampung, sedikit banyak akan berimbas terhadap perekonomian warga Prabumulih yang terkenal dengan kota jasa dan tempat persinggahan orang dari dan menuju Palembang.

" Seperti Pali, Muara Enim, Lahat Empat Lawang, Linggau dan Pagar Alam. Biasanya mereka istirahat ,  makan , belanja bahkan ada yang nginap di hotel.Hal ini menjadi salah satu pendapatan dan mendongkrak perekonomian masyarakat ," ungkap Walikota Prabumulih , Ir H Ridho Yahya kepada awak media, Rabu (1/7/2020).

Menyiasati hal ini, Ridho meminta agar Prabumulih tidak hanya jadi kota yang hanya jadi perlintasan saja. Menurut ia , kehadiran tol juga dapat menjadi pintu masyarakat dalam mencari nafkah sehari-hari, seperti berdagang.

" Makanya saya minta nantinya di Prabumulih di buat tempat istirahat atau rest area, nanti di buat kios-kios. Masak orang mau makan pindang di Prabumulih mau mita dulu," terangnya.

Di sisi lain, Adik kandung Wagub Sumsel Mawardi Yahya ini juga minta agar pintu tol nantinya di buat agak jauh dari Kota Prabumulih sehingga tidak mengundang kemacetan saat pintu keluar.

" Bila perlu dekat tugu tani, Tanjung Raman saya tidak mau nantinya Prabumulih menjadi Kota macet," tandas Ridho.


Diketahui, untuk ruas tol Prabumulih—Muara Enim nantinya dikerjakan oleh Waskita Karya sehingga total panjang ruas Indralaya--Muaraenim sepanjang 119 km.

Pembangunan jalan tol Indralaya-Muaraenim diperkirakan menelan dana sekitar Rp24,10 tirliun yang berasal dari ekuitas perusahaan senilai Rp16,87 triliun atau 70 persen dari total investasi dan sisanya Rp7,20 triliun dari pinjaman. Pelaksanaan konstruksi ditarget rampung pada 2022.

Ruas Indralaya—Muaraenim nantinya tersambung hingga Muaraenim—Bengkulu sehingga akan menyambungkan Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Di Bengkulu, pengerjaan sudah dimulai ke arah Lubuk Linggau, tepatnya di STA 0 sampai 17,85 di wilayah Taba Penanjung.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.