Header Ads

Ridho Yahya Ungkap Tiga Point Penting Pembahasan Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah Prabumulih


PRABUMULIH,SRINE-- Pemerintah Kota Prabumulih menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Prabumulih Triwulan IV Tahun 2020 Di Ruang Rapat Lt. I Pemerintah Kota Prabumulih,Senin (09/11/2020).


Rapat tersebut dipimpin langsung Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya dan dihadiri juga Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ( Forkompinda) dan Kepala OPD.


Walikota Prabumulih ,H Ridho Yahya menerangkan bahwa ada 3 poin yang menjadi pokok pembahasan dalam rapat koordinasi kali ini yaitu, ektifitas sisa anggaran di kuartal IV tahun 2020, Pengamanan Natal dan Tahun Baru dan masalah Covid-19.


" jika tahun 2019 lalu kita masih bisa membantu saudara kita di daerah lain  lantaran Prabumulih tidak ada bencana ,namun tahun ini semua menerima ujian dari Allah Swt terkait virus Covid-19. Jadi sisa anggaran yang ada kita parkir dulu siapa tahu Prabumulih ada bencana," ungkap Ridho kepada Wartawan usai rapat,( 09/11/2020).


Terkait masalah Covid-19, Ridho menyebut bahwa kita tidak boleh menunggu sesuatu yang belum pasti kapan berakhir ,terlebih hingga kini belum ditemukan vaksin penawarnya.


" Jadi kita harus mengambil sikap dan tidak boleh terpaku dengan hal yang tidak pasti, ekonomi perlahan mulai bergerak . Dan menghentikan lebih gampang daripada membangkitkan,"  tegas Ridho.


Ridho juga memberikan lampu hijau jika bagi sekolah yang akan membuka  sistem belajar tatap muka tanpa mengabaikan protokol kesehatan.


" Besok tim akan meninjau kesiapan beberapa sekolah yang ingin memperlakukan proses belajar tatap muka. Siswa dan guru harus pakai masker,tempat cuci tangan  dan antara meja yang satu dengan yang lain harus jaga jarak sesuai ketentuan. Silahkan bagi sekolah yang mau buka melapor ke saya,nanti tim yang menilai apakah sudah layak apa belum," ujarnya.

Seirama ,Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi Sik MH menuturkan bahwa pihaknya akan turun langsung untuk melihat kesiapan dan kelayakan sekolah dalam menjalankan protokol kesehatan yang ketat demi menunjang proses belajar tatap muka.


" Akan kita cek dulu penerapan protokol kesehatan nya. Harus pakai masker,tempat cuci tangan dan jaga jarak. Sudah layak belum. Pak walikota kan sudah 3 kali ngecek,saya belum.Jadi besok kita lihat dululah," tandasnya.


Tidak ada komentar

Gambar tema oleh rajareddychadive. Diberdayakan oleh Blogger.