Beredar Isu Insentif Transport Akan dikurangi Puluhan Guru di Prabumulih Ngadu Ke Dewan , Anom : Malah kita Dorong Untuk Ditambah
SRIWIJAYA NEWS | Prabumulih | Puluhan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI) Kota Prabumulih mendatangi kantor DPRD terkait beredarnya isu bahwasannya uang insentif transport yang mereka terima selama ini sebesar Rp.300 ribu/bulan akan dikurangi .
Hal ini tentu saja membuat para guru yang bertugas di Prabumulih merasa keberatan lantaran insentif transport yang selama ini mereka terima masih di rasa kurang mengingat biaya hidup saat sangat tinggi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih ,Darmadi mengatakan bahwa selama ini jumlah guru yang terdata mulai tingkat TK,SD dan SMP sebanyak 1030 orang, setelah diverifikasi dan di data ulang saat ini sudah bertambah menjadi 1910 orang termasuk guru yang di Departemen Agama.
" Penambahan untuk insentif guru sebesar Rp.300 ribu/ bulan ini dikarenakan penambahan ruang pendidikan di Prabumulih yang senifikan," terangnya.
Sedangkan untuk kekurangan , Darmadi menambahkan pihaknya akan mengajukan anggaran untuk insentif transport di Anggaran Biaya Tambahan atau APBD Perubahan tahun ini.
Sementara senada Wakil Ketua II DPRD Prabumulih, Dipe Anom menjelaskan penambahan jumlah guru dari 1030 menjadi 1910 tersebut disebabkan bertambahnya unit sekolah baru sehingga data yang ada tidak bisa dikunci .
" Untuk kekurangan anggaran kita akan anggarkan di APBD Perubahan nanti," jelasnya , Selasa (03/02/26).
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua PDI-P Prabumulih ini menegaskan jika uang insentif guru yang betugas di Prabumulih tidak mengalami pengurangan , malahan kata Anom, pihaknya mendorong agar insentif para pahlawan yang berjasa mencetak generasi muda kedepan lebih ditingkatkan lagi.
" Apalagi amanat undang undang anggaran pendidikan itu 20 persen dari APBD.Gaji RT saja kan Rp.1 Juta. Jadi lumrah jika gaji guru yang berjasa dalam melahirkan generasi muda berkualitas Prabumulih kedepan di tambah," tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi 1 ,Riza Andriansyah mengaku pihaknya telah merekomendasikan kepada dias pendidikan untuk tidak mengurangi insentif guru yang bertugas di Prabumulih .
" Insentif guru pada 2025 dianggarkan sekitar 3 M , kurangnya akan ditambah di APBD Perubahan .Namun kami minta data yang valid agar tidak ada lagi gejolak data seperti saat ini," ujarnya.

Posting Komentar