Gubernur Sumsel Resmikan Proyek Strategis Nasional Pelabuhan Tanjung Carat
Acara ini menjadi tonggak sejarah penting bagi konektivitas dan akselerasi ekonomi di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Peluncuran ini turut dihadiri oleh jajaran menteri kabinet, antara lain Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN, Nusron Wahid, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi,Todotua Pasaribu, dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru mengungkapkan rasa syukur atas realisasi gagasan yang telah melewati masa kepemimpinan delapan periode Gubernur sebelumnya.
"Gagasan membangun pelabuhan samudera di Sumsel sudah dimulai sejak 40 tahun lalu. Sementara provinsi tetangga di Sumbagsel sudah memiliki pelabuhan sendiri, Sumsel sempat tertinggal. Hari ini, mimpi itu mulai kita wujudkan," ujar Herman Deru.
Ia menekankan bahwa Pelabuhan Tanjung Carat adalah solusi permanen bagi keterbatasan Pelabuhan Boom Baru. Saat ini, Pelabuhan Boom Baru mengalami pendangkalan serius yang sulit dilalui kapal besar, serta lokasinya yang berada di tengah kota kerap memicu kemacetan dan risiko kecelakaan.
Sumatera Selatan merupakan lumbung komoditas global, dengan berbagai potensi sumber daya alam antara lain penghasil kopi terbesar ke-3 di dunia dengan luas lahan ±208.000 hektar, Sawit dengan Luas lahan sekitar 1,4 juta hektar, dan Karet. Selama ini, ekspor komoditas tersebut seringkali harus melalui provinsi tetangga.
"Dengan adanya Tanjung Carat, alur logistik akan jauh lebih efisien dan meningkatkan citra daerah. Saya pastikan masalah administrasi dan lahan sudah final, tidak ada kendala lagi," tegas Gubernur.
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu, menegaskan bahwa proyek ini adalah instrumen utama dalam mendukung kebijakan hilirisasi dan gasifikasi Pemerintah Pusat. Nantinya, pelabuhan ini akan terintegrasi langsung dengan Jalan Tol Palembang-Tanjung Carat, yang tersambung hingga ke Prabumulih dan Muara Enim.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menargetkan seluruh tahapan pembangunan rampung sebelum tahun 2029. "Pembangunan ini adalah langkah strategis untuk menekan biaya logistik nasional. Kami akan mengawal ketat agar proyek ini tepat waktu dan tepat manfaat," jelas Menhub.
Dari sisi legalitas, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid memberikan jaminan dukungan penuh terkait pendaftaran tanah dan tata ruang demi iklim investasi yang kondusif. Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari berkomitmen mengoordinasikan hambatan di lapangan agar Proyek Strategis Nasional (PSN) ini berjalan sesuai jadwal.
Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara kementerian terkait, kepala daerah, serta pimpinan BUMN dan BUMD. Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi mesin penggerak utama kesuksesan pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat sebagai pintu gerbang ekonomi baru di Sumatera Selatan.

Posting Komentar